Bukit Tinggi, Spot Favorit Wisata Alam di Sumatera Barat

berfoto di depan jam gadang

Cerita saya berkunjung ke spot wisata indah di Sumatera Barat, pengalaman berwisata ke Jam Gadang Bukit Tinggi – Jadi, di Bukit Tinggi itu adalah letaknya. Jalan akses kesana cukup menggunakan mobil lalu perkir di tempat yang seharusnya. Tidak menggunakan karcis, karena terbuka untuk umum, asalkan kita menjaga kebersihan sesuai dengan yang telah di tulis di papan. Untuk fasilitas, seperti kamar mandi dan mushola atau masjid, saya tidak menemukannya.

Mungkin ada, tapi tidak terlihat oleh saya. Disana juga banyak yang menjual oleh-oleh, di antaranya baju, makanan seperti keripik sanjay dan kue lapan-lapan. Keripik sanjay ini mempunyai dua rasa, pedas dan original, sedangkan kue lapan-lapan memiliki rasa renyah dan gurih. Sebenarnya ini bukan kue, tapi lebih tapatnya cemilan berwarna kuning yang memang berbentuk angka delapan.

Pengalaman berwisata ke Bukit Tinggi

Di jam gadang ini, kita bisa mengambil foto tetapi tidak boleh mendekati jam gadang karena di sekitarnya sudah di kelilingi oleh pagar besi, mungkin untuk menjaga kelestarian dan agar bangunannya tidak kotor. Kebetulan saya berlibur dengan keluarga, kami menggunakan jasa sewa foto. Hasil fotonya di cetak langsung jadi lho, bisa kita ambil saat itu juga mungkin menunggu sekitar 10 sampai 15 menit. Dengan biaya satu foto di jam gadang adalah Rp.20.000.

Ada juga banyak delman yang bisa kita sewa. Delman itu tersusun dengan sangat rapih, kalau untuk ini saya tidak terlalu tau karena tidak manaikinya.

Bukit Tinggi juga ada kebun binatangnya. Saya juga lupa berapa karcis yang harus di bayar. Binatang itu ada banyak. Ada gajah, unta, buaya, harimau, ikan, dan lain-lain. Ada juga museum berbentuk rumah khas Padang. Di dalamnya ada benda berupa keris, baju adat Padang, dan banyak lagi.

Ada juga museum khusus binatang yang sudah di awetkan. Sedih saya melihatnya, karena mereka masih terlihat seperti hidup namun di haruskan mati.

Ada juga patung ibu-ibu sedang menumbuk beras dengan alat yang masih modern. Menurut saya kebun binatang ini cukup bersih dan tertib, tetapi jika hari sudah memasuki siang, akan banyak pengunjung yang berdatangan.

Yang menarik perhatian saya itu flying fox. Itu lho tali panjang yang di ikatkan dari pohon satu ke pohon yang lain, dengan jarak yang sudah di tentukan. Talinya juga tali khusus ya, bukan sembarangan tali. Agar jika ada pengunjung yang mencobanya, tali itu tidak putus. Namun saya tidak berani untuk mencoba, karena belum punya nyali, hehehe. Oh iya, di kebun binatang ini kalian juga bisa bawa bekal dari rumah, lalu di makan di area yang banyak rumputnya, jika perlu bawa tikar juga agar celana dan baju tidak kotor.

Selanjutnya lobang Jepang. Teman-teman pasti sering mendengar ini kan jika ada pelajaran sejarah. Tarifnya tidak di tentukan, alias sesuka hati kita mau membayar berapa. Ada beberapa orang pendamping yang akan mendampingi kita untuk menelusuri lobang Jepang.

Pertama, kita akan turun ke bawah menggunakan anak tangga yang sudah di keramik, cukup banyak jumlahnya bisa membuat lelah. Saran saya sih bawa minum. Lalu, kita akan melihat ada tanah, tidak semua jalan menggunakan tangga. Kita akan di suguhkan beberapa penjara yang kecil dan juga sempit.

Kalian pasti juga tau kan bagaimana rakyat kita dulu di jajah oleh bangsa Jepang, tidak tau ampun dan tidak di beri istirahat.

Pendamping itu nanti akan menjelaskan sejarah bagaimana terbentuknya lobang Jepang. Didalamnya juga terdapat dapur, kamar mandi, seperti rumah, tapi kecil. Pencahayaan juga minim, karena seluruhnya di tutupi oleh tanah, tentu saja bisa di bilang lobang bawah tanah. Nanti mungkin kalian akan mencium bau anyer, atau mungkin udara yang sangat panas, bisa jadi kalian sedikit pusing. Jalannya itu seperti lorong.

Oke, mungkin tentang lobang jepang hanya itu yang bisa saya jelaskan. Selanjutnya kita beralih ke yang segar dan juga sejuk. Danau Maninjau. Danaunya tidak sebesar DanaunToba. Tentunya juga lebih indah danau Toba. Di danau ini kita bisa melihat banyak tempat untuk mengambil ikan dengan alat yang khusus, agar danau tidak tercemar dan tentap sejuk.

Laper nih, hahaha. Di sekitar danau Maninjau ada warung kecil yang lumayan banyak. Menjual seperti bakso, mie sop, lontong, dan juga durian. Ada juga rumah makan padang, kalian bisa makan sepuasnya sampe kenyaaanggg.
Next, kami menginap di hotel yang dekat dengan pusat kota.

Yang dekat dengan tempat destinasi. Hotel yang kami miliki harganya cukup, cukup mahal hahaha. Untuk satu malam mulai dari 500-1 juta lebih. Atau mungkin mencapai 2 juta, atau bisa juga lebih. Kami menginap hanya satu malam, karena besoknya kami harus pergi ke tempat yang lain.

Perjalanan indah di Kelok 9

Sampailah kami di kelok Sembilan, yang viral pada masanya. Kelok Sembilan ini jalannya cantik banget, kaya baru di aspal. Jalannya juga cukup luas, banyak juga ada pilar-pilar tinggi besar. Tetapi karena ulah manusia, banyak dinding yang sudah di coret menggunakan pilox atau menggunakan cat tembok.

Sayang sekali kami sampai disana cuaca sedang hujan, dan juga sudah mulai gelap. Tapi dingin, anginnya enak. Disana juga ada warung kecil, bisa makan pop mie sama teh manis dingin, wenak kan?

Saya dan keluarga saya pun akhirnya pulang ke rumah nenek. Mungkin ada 5 jam lebih karena itu jauh bangeeetttt. Saya sudah lupa detail pastinya.

Mungkin, Cuma itu yang bisa saya tuliskan. Padahal masih banyak lagiiiii. Masih ada pantai yang pasirnya putih dan ombaknya yang besar. Lalu ada pemandian air panas. Di dekat rumah nenek saya juga ada bukit bergoyang, tapi bukan goyang beneran lho ya hahaha.

Seperti bukit yang tinggi di tumbuhi rumpu ilalang yang tinggi juga. Jika sudah mencapai di atas, kita seperti dekat dengan awan, paling cantik kalau di lihat ketika langit sudah senja, menuju sore. Melihat sunset, cantik lah pokoknya.

Semoga teman semuanya menikmati cerita saya yang masih pemula ini. Maaf jika membosankan dan kalimatnya yang masih ada kesalahan. Dan jika apa yang saya ceritakan tidak sesuai dengan teman yang sudah pernah kesana, saya memakluminya. Karena pendapat orang berbeda. Apa yang saya rasakan berbeda dengan apa yang anda lihat.

Sekian cerita saya berwisata di Bukit Tinggi, Spot Favorit Wisata Alam di Sumatera Barat – salam mozafir, shared by  Febi H.. dan gambar Thumb by Arif T.

Written by 

Assalamualaikum...Anda memiliki info wisata daerah, cafe, restoran, hotel, penginapan, dll yang ingin di kenalkan pada dunia, boleh share kepada kami untuk di publikasikan. Mozafir managed by travel blogger (halal traveller).

Leave a Reply

Your email address will not be published.