Danau Lau Kawar: Eksotismenya tertutup untuk umum

Wisata ke Danau lau kawar – Danau Lau Kawar adalah satu danau yang berada di berada di Desa Kutagugung, Kecamatan Naman Teran, di bawah kaki gunung berapi Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. 16 Januari 2020, tanpa saya rencanakan, saya mengajak teman- teman pergi ke Brastagi. Tujuan awal hanya ke Brastagi dan Pemerahan Susu Sapi, tidak ada niat untuk mengunjungi Danau Lau Kawar. Kami berangkat sekitar pukul 10.00 WIB dari Binjai, rumah saya.

Rute Menuju Lokasi Danau Lau Kawar

Perjalanan Binjai-Brastagi memakan waktu kurang lebih 2 jam setengah. Selama di perjalanan, kami dimanjakan oleh pemandangan alam yang super alami, udara sejuk membuat saya sangat menikmati perjalanan pada waktu itu. Oh iya, kami pergi kesana dengan menaiki motor, jadi bisa leluasa untuk menikmati keindahan alam nya.

Kami pergi di hari Kamis, tidak begitu ramai di jalan. Singkat cerita, tiba di Pemerahan Susu Sapi sekitar pukul 12.36 WIB, langsung makan siang dan beli susu. Pemerahan Susu Sapi terletak di Jalan Jamin Ginting Desa Jaranguda. Kab.Karo, Sumatera Utara. Jalan yang paling dekat itu melewati Universitas Quality, dari jalan lintas depan menuju Pemerahan Susu Sapi memakan waktu sekitar 15 menit, jalan berkelok membuat perjalanan  sedikit lambat. Tidak menggunakan tiket masuk, hanya bayar parkir.

Untuk motor dikenakan Rp.5.000,- Disana kita bisa langsung menikmati susu sapi yg sudah di sterilkan, tidak hanya susu bahkan mereka juga memproduksi es krim, yoghurt dan keju. Harga susu nya Rp.30.000/btl 1 liter, ada 3 jenis varian rasa(coklat,full cream dan strawberry). Sedangkan es krim nya Rp.10.000,- untuk harga yoghurt dan keju saya kurang tahu karna tidak terlalu memperhatikan.

Fasilitas yang disediakan kursi dan meja kunjungan, bersih juga tempatnya. Dikarnakan udara yang sejuk membuat saya betah disana. Selain itu, terdapat juga restoran, tidak di dalam pekarangan kandang sapi, lebih dekat dengan pintu masuk.

Disana kami hanya menghabiskan waktu kira-kira 1 jam. Lanjuttt ke tempat berikutnya, Kota Brastagi yang tidak jauh dari Pemerahan Susu Sapi kira-kira 30 menit. Tugu dan pasar sudah terlihat, tetapi benar-benar tidak mempunyai tujuan lagi setelah itu. Tidak ingin ke Bukit Gundaling apalagi ke pasar untuk berbelanja.

So, singkat cerita entah apa yang merasuki pikiran saya, saya mengusulkan untuk mengunjungi DANAU LAU KAWAR. Sudah dari lama ingin berkunjung kesana dan Alhamdulillah akhirnya kesampaian, bahkan sebelum gunung Sinabung erupsi.

Dengan bantuan gmaps (Google Maps) kami menelusuri perjalanan kurang lebih 45 menit dari kota Brastagi. Kami masuk lewat jalan Udara hingga jauh ke dalam melewati kebun-kebun sayuran. Bisa di bilang daerah yang sulit untuk di jamah orang karna danau tersebut terletak di kaki gunung Sinabung.

Danau lau kawar tertutup untuk umum

Danau Lau Kawar bukan lagi tempat yang di rekomendasikan untuk berwisata di karnakan sudah masuk ke dalam RED ZONE (Zona Merah), sangat berbahaya apabila dijadikan tempat berwisata melihat kondisi gunung Sinabung yang masih aktif dan berbahaya. Ada pula beberapa review dari para pengunjung melalui aplikasi gmaps, berikut screenshoot langsung dari reviewer:

Dan ya begitulah yang kami rasakan sepanjang perjalanan kesana. Perkampungan disana seperti perkampungan tidak berpenghuni karna beberapa orang sudah meninggalkan rumah nya dan memilih untuk pindah. Sepanjang perjalanan kami di sambut oleh pemandangan gunung Sinabung yang begitu indah, ada di depan mata saya. Saya sajikan foto berikut:

Di perjalanan yang panjang ini selalu kami sempatkan untuk berhenti dan mengambil momen terindah ditengah-tengah indah nya alam, saya sajikan foto lagi ya .. :

Next…. Jalan yang kami lalui lumayan curam karna jalannya sempit dan disebelah nya jurang, juga berkelok-kelok. Detik-detik memasuki kawasan red zone, sedikit menegangkan dan selalu jaga ucapan maupun tingkah laku. Jalanan nya sudah tidak kotor lagi, sudah bersih selepas dari kejadian Sinabung erupsi. Melihat kanan- kiri itu seperti tidak menyangka bahwa kami bisa senekat ini sudah berada di kaki gunung Sinabung. Memasuki kawasan hutan dan tibalah kami di DANAU LAU KAWAR. Sangat sunyi, hanya ada beberapa pengunjung saja. Pintu masuk sudah tidak dijaga jadi masuk kesana tanpa bayar apapun alias gratis. Tidak ada lagi orang yang menjaga palang pintu dari Dinas Pariwisata.

Masya Allah dari pintu masuk menuju ke dalam, tak lepas pandangan saya melihat danau yang begitu luas dan air yang hijau. Masih ada juga beberapa warga yang tinggal disitu. Bebas berfoto dan tetap menjaga kebersihan disana dikarnakan cerita dari pengunjung yang lumayan menyeramkan saat kejadian disana. Dan Alhamdulillah kami sampai disana dengan selamat. Berikut foto saya saat sedang menikmati keindahan Danau :

wisata danau lau kawar
danau lau kawar

Tidak berlama-lama disana dikarnakan senja mulai menampakkan kepekatan nya, segeralah kembali pulang. Akan tetapi keanehan mulai timbul, lebih cepat waktu yang ditempuh saat pulang dibandingkan dengan perginya. Mungkin juga karna kami banyak berhenti nya hehe..

Sekain cerita saya tentang berwisata ke Danau Lau Kawar..salam mozafir..shared by Dwi SW.

Add a Comment

Your email address will not be published.