Ber-“Wisata Halal” di Danau Toba

Keindahan wisata danau toba

Kali ini aku akan menceritakan salah satu pengalamanku dalam berwisata halal. Sebelumnya kalian udah tau belum apa itu wisata halal? Jadi, wisata halal ini merupakan salah satu kegiatan berwisata dimana segala hal yang kita lakukan di dalamnya tidak terlepas dari segala sesuatu yang halal dan sesuatu yang membuat kita berkah dalam menjalani perjalanan tersebut.

Apa itu wisata Halal ?

Mulai dari makanan yang halal untuk dikonsumsi pada saat berwisata, kemudian bagaimana kita membagi waktu kita antara beribadah dan berwisata yang sangat mengasyikkan. Nah, sampai disini udah dapat gambarannya gimana kan? Alhamdulillah kalau begitu. Jadi yuk langsung aja ke ceritaku !

Pada tanggal 24 Desember 2019, aku dan keluargaku memutuskan untuk berwisata sambil memanfaatkan waktu yang ada, kami kali ini menjalani liburan kami ke Wisata Danau Toba.

Jadi, kami dari rumah berangkat sekitar jam 7 pagi berangkat menggunakan mobil pribadi. Dengan bismillah, kami melangkahkan kaki kami seraya berdoa semoga diberi perlindungan dan selamat sampai tujuan oleh Allah SWT.

Sampai di Spot Wisata Danau Toba

Singkat cerita kami sudah sampai di daerah yang memasuki kawasan Danau Toba sekitar jam setengah satu siang, sebelum sampai di tempat penginapan, kami singgah di salah satu kedai  yang berada dipinggir tebing serambi disajikannya sebuah pemandangan indah yaitu Danau Toba.

Kemudian kami parkirkan mobil dan mulai duduk dan memesan minuman hangat, tepatnya teh manis hangat yang sangat cocok dengan suasana yang dingin dan sejuk sekarang itu. Tak hanya itu, diriku dan adikku memesan makanan berupa mie cup yang disajikan dengan air panas.

indahnya danau toba

Tips Mudah Memilih Makanan Halal di Danau Toba

Ada beberapa alasan diriku dan keluargaku memutuskan kedai ini diantara banyaknya kedai yang terpapar di pinggir jalan. Pertama terpampang di pamplet kedainya yaitu kedai Pak Haji, maka dari situ dapat kita simpulkan bahwa kedai tersebut merupakan kedai dari orang islam yang pastinya halal. Berikut dapat kita saksikan pemandangan dari pinggir kedai. MasyaAllah…

Tak lama kami menyinggahi kedai tersebut, kami pun akhirnya berangkat kembali menuju penginapan karena belum melaksanakan solat dzuhur. Tak lama sekitar 20-30 menit setelah itu, akhirnya kami sampai di penginapan yang bernama Wisma Korem.

Adakah Penginapan Syariah di Danau Toba ?

Penginapan disini memiliki beragam macam harga setiap kamar nya, disesuaikan dengan posisi kamar berada. Untungnya Alhamdulillah, aku dan sekeluarga mendapati kamar yang berada dekat dengan Danau Toba.

Kamar yang kami pesan hanya 1 kamar  yang terdiri dari kasur yang bisa di tempati 2 orang, televisi,ac, dan satu buah kamar mandi. Karena kami sekeluarga berempat, dan kami hanya memutuskan menginap satu malam, kami memesan tambahan kasur 1 buah dan biaya untuk kamar yang kami tempati ini dengan posisi dipinggir dekat danau, dikenai biaya 500-600 ribu per malamnya.

Setelah sampai di penginapan, kami langsung memindahkan semua barang kami seperti koper, makanan, bantal tambahan dan lainnya. Setelah itu kami solat dzuhur sekalian menjamak dan kemudian kami menikmati makanan siang yang kami bawa dari rumah.

Kemudian untuk fasilitas seperti musholla juga di sediakan di penginapan ini , dimana letak musholla ini berada di dekat pinggir danau juga yang menambah ketenangan dan kekhusyukan dalam solat kita. Selain itu fasilitas yang diberikan juga berupa sarapan pagi yang kami terima di keesokan harinya.

Setelah kami solat dan makan siang, kami pun akhirnya beristirahat dikarenakan lelahnya perjalanan. Meskipun hanya didalam mobil, kelelahan juga menghampiri kami sekeluarga. Tak terasa, kami terbangun di sore hari jam 5.

Indahnya Pemandangan Sore Hari di Tepian Danau

Keindahan wisata danau toba

Terkejutnya diriku melihat betapa indahnya pemandangan di sore hari dipinggir danau ini. Akupun bangun, mencuci muka dan berpakaian serta mengambil kamera ku untuk berfoto mengabadikan indahnya pemandangan di sore hari menjelang malam ini.

Aku pun keluar kamar bersama adikku dan pergi ke pinggir untuk menikmati pemandangan yang indah. Berikut yang bisa kita lihat dari indahnya pemadangan di sore hari dipinggir Danau Toba…MasyaAllah…

Wah..Begitu indah bukan??

Setelah menghabiskan waktu di sore hari itu, akupun kembali lagi ke penginapan untuk membersihkan diri untuk bersiap diri melaksanakan solat maghrib.

Dilanjutkan dengan solat maghrib bersama keluarga, aku dan keluarga ku pergi keluar dari penginapan untuk membeli keperluan yang dibutuhkan dan sekalian melihat pemandangan di malam hari di kota orang ini.

wahana bermain di pinggiran danau toba
wahana bermain di pinggiran danau toba

Kami keluar dengan menggunakan mobil, karena memang jauh untuk dijangkau menggunakan kaki kalau berjalan. Sekitar 1 jam kami keluar membeli keperluan yang dibutuhkan serta membeli beberapa makanan jalanan yang dijual dipinggiran jalan kota Prapat, kami kembali ke penginapan dan menyantap makan malam kami.

Setelah semua selesai kami lakukan, kami pun berbersih diri lagi dan tidur untuk kembali mengisi energi kami karena keesokan harinya kami harus mengakhiri perjalanan singkat kami ini dengan kembali ke Medan.

Alhamdulillah, finally…Pada hari selanjutnya tanggal 25 Desember bertepatan dengan hari libur Nasional yaitu Hari Natal, tenaga kami kembali terisi lagi setelah kami bangun dan sarapan, dan sarapan yang kami makan kali ini didapatkan dari penginapan ini, dan sarapannya berupa nasi goreng yang diantar ke kamar kami langsung oleh room service nya sendiri. Dan setelah semua selesai, kami mengabadikan cerahnya momen di pagi hari dipinggir danau ini.

Aku berfoto bersama keluargaku sampai akhirnya waktu pun berjalan dan kami harus lanjut untuk memulai perjalanan kami lagi.

Menikmati Keindahan Perjalanan Menuju Medan

Baik, kali ini kami tidak hanya langsung pulang menuju Medan, namun kami melewati rute yang berbeda dari awal kami pergi. Rute pulang kami ini, kami melewati daerah kota Brastagi, kami sengaja melewati daerah tersebut karena kami ingin menyinggahi beberapa tempat yaitu Bukit Simarjarunjung yang sangat terkenal dengan keindahan pemandangan nya, Air Terjun Sipiso-Piso yang sangat terkenal dengan kesejukannya dan Taman Bunga Efi yang terkenal dengan keindahan pemandangan bunga-bunganya.

Setelah bergerak dari penginapan, akhirnya kami pun melewati beberapa jam sehingga akhirnya tiba di Bukit Simarjarunjung sekitar jam 11 siang, kami masuk dengan membayar tiket 25 ribu permobil. Kemudian, kami parkirkan mobil, dan mulai mengambil beberapa foto dengan kameraku.

Untuk menggunakan beberapa spot foto yang telah disedikan disana, kita dapat membayar hanya dengan 5 ribu per orang untuk per spot foto. Dan kami pun menikmati waktu kami sekitar 1 jam di bukit ini untuk mengabadikan momen yang kami alami. Dan kami melanjutkan perjalanan kami ke Air Terjun Sipiso-Piso.

Dengan waktu sekitar 1-2 jam akhirnya kami sampai di tempat ini, dan kami hanya sebentar saja sekedar melihat secara langsung dari atas pemandangan Air Terjun Sipiso-Piso tanpa turun kebawah melihat air terjun, dikarenakan perjalanan kami yang masih jauh dan harus mengunjungi tempat terakhir.

Air Terjun Sipiso-Piso

foto terbaru air terjun sipiso-piso

Untuk memasuki Air Terjun Sipiso-Piso ini, kami hanya dikenakan biaya sekitar 10-15 ribu sebagai uang parkir. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan yang agak memang jauh dari sebelumnya yaitu Taman Bunga Efi yang letaknya sudah hampir dekat dengan kota Brastagi.

Sambil menuju ke Taman Efi tersebut, kami akhirnya menemukan musholla tempat kami melaksanakan solat, karena memang sedikit sulit untuk menemukan musholla selama perjalanan. Setelah selesai melaksanakan solat, kami pun melanjutkan perjalanan dan sekitar jam setengah 3 atau jam 3 kami akhirnya sampai ke Taman Efi.

Kami pun masuk dengan membayar tiket 15 ribu untuk fasilitas hanya mengunjungi taman nya saja. Padahal sebenarnya ada fasilitas lain dengan membayar tiket kalok tidak salah ingat sekitar 25 ribu telah mendapatkan fasilitas mengunjungi taman dan bisa menaiki kuda sebagai tambahan fasilitasnya.

Kami pun menghabiskan waktu sekitar 45 menit di taman tersebut untuk melihat pemandangan dan mengabadikan momen berupa mengambil foto seperti sebelum-sebelumnya.

Tidak terasa waktu berlalu, dikarenakan sudah sore dan perjalanan masih jauh dan hal lain yang kami takutkan adalah macet dalam perjalanan, kami pun akhirnya bergegas pulang. Dan berikut beberapa foto yang aku dan keluargaku abadikan…

Setelah selesai dari perjalanan terakhir yaitu Taman Kebun Efi, berakhirlah sudah perjalanan liburanku kali ini. Dan aku melewati perjalanan yang panjang dan macet selama kembali kerumah dan alhamdulillah, aku dan keluargaku sampai dirumah sekitar jam 9 malam.

Berakhirlah perjalananku yang singkat namun padat ini hanya selama dua hari, namun berkesan dan memberikan penyegaran kembali untuk diri baik lahir maupun batin untuk memulai kegiatan ku kembali seperti biasa. Demikian cerita liburanku kali ini, aku harap bagi kalian yang membawa bisa mendapatkan manfaat baik dari segi info yang terdapat dalam pengalamanku seperti tempat-tempat wisata ataupun hal lain seperti kenyatan bahwa yang namanya liburan itu tidak musti lama, yang namanya waktu untuk menyegarkan diri kembali itu tidak musti lama.

Meskipun sebentar tapi kita dapat menikmati itu, maka semua akan berkesan terlebih lagi bersama keluarga kita, sekian ceritaku kali ini yaaa. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Story Ber-“Wisata Halal” di Danau Toba by Asriatun F.D.

Written by 

Assalamualaikum...Anda memiliki info wisata daerah, cafe, restoran, hotel, penginapan, dll yang ingin di kenalkan pada dunia, boleh share kepada kami untuk di publikasikan. Mozafir managed by travel blogger (halal traveller).

Leave a Reply

Your email address will not be published.