Danau Toba, Cerita Pengalaman serta Biaya pengeluaran di Objek Wisatanya

Danau Toba, sebuah objek wisata danau yang luas di sekitar bukit barisan. Berikut info Cerita Pengalaman saya serta Biaya pengeluaran di Objek Wisata yang ada di sekitar danau toba.

Danau Toba, keindahan wisata alam danau di sumut

Waktu masa libur akhirnya aku ada kesempatan untuk bisa liburan ke Danau Toba bersama dengan keluarga.

Jadi yang anehnya kami itu sebenarnya nggak tau jalan buat ke Danau Toba sana, tapi untungnya karna nenek angkat aku juga ikut akhirnya kami jadi deh buat pergi ke Danau Toba. Karna emang udah penasaran aja gitu gimana sih bentuknya, apa aja yang ada disana.

 Karna memang denger-denger dari orang lain yang udah pernah pergi kesana memang tempatnya itu bagus banget buat liburan bareng keluarga, dari pemandangannya suasana di sana, jadi makin penasaran mau kesananya.

Berangkat ke Danau Toba dari Kota Medan …..

Keesokan harinya dengan penuh banyak persiapan langsung deh kami OTW ke Danau Toba, dan itu kami perginyas ekitaran jam 07.00 pagi dari kota Medan.

Perjalanan ke Danau Toba kalau dari kota Medan sekirana 5 jam perjalanan. Rute kami kemarin dari daratmenggunakan mobil pribadi dari Medan kemudian Pematang Siantar lalu Prapat (yaitu kota dipinggir Danau Toba), kalau menggunakan transportasi umum seperti naik angkot itu dari Medan turun di Terminal Amplas, dari Terminal Amplas naik bus tujuan Parapat, harga sewanya sekitaran Rp.40.000 per orang dengan lama perjalanan sekitar 7 sampai 8 jam.

Bus ini akan mengakhiri perjalanan di pelabuhan ajibata. Pelabuhan ajibata merupakan pelabuhan tempat menaiki kapal Ferry menuju ke Pulau Samosir.

Jika rute yang Anda pilih menggunakan pesawat maka, makan naik pesawat dari bandara Kualanamu Medan ke bandara silangit dengan lama penerbangan 50 menit, namun tetap saja dari bandara Silangit ke pangururan membutuhkan waktu lebih dari 3 jam.

Tetapi buat yang datang dari Jakarta ada banyak penerbangan langsung menuju Tapanuli Utara tanpa harus transit dulu di Kualanamu Medan. Kota Prapat juga menjadi tempat favorit wisatawan yang menginap, karna di sana juga terdapat banyak penginapan, tetapi untuk penginapan yang berbasis dengan syariat Islam itu aku kurang tahu karena kemarin aku tuh liburannya memang enggak nginep di sana, Jadi kami itu pulang balik.

Jadi selama kami di perjalanan semuanya pada milih tidur kecuali yang bawa mobilnya, karna perjalanan kesana itu bener-benermakan waktu yang cukup lama,sekitaran 5 samapai 7 jam gitu perjalanannya, tapi ya dengan lelah diperjalanan di bayarkan dengan pemandangan Danau Toba yang begitu luas ,sumpah itu keren banget.

Apa lagi kalau bisa liat dari ketinggian. Sebelum kami melanjutkan keliling-kelilingnya kami memilih untuk sholat zhuhur dulu karna kami sampai kesana sudah jam 01.00 siang.

Welcome to Parapat, Pintu Masuk Utama Danau Toba 

Jadi di sekitaran Danau Toba atau Parapat itu tidak hanya menyediakan tempat makan yang halal untuk Muslim tetapi juga menyediakan fasilitas tempat ibadah yaitu Masjid untuk para wisatawan muslim, Salah satunya yaitu Masjid Raya di Parapat, lokasinya cukup strategis dan berada di Pintu Gerbang Masuk Wisata Parapat yang gampang dijangkau 24 jam. Tidak hanya itu, mushola-mushola kecil juga tersedia.

Untuk tempat makannya jangan khawatir untuk kita yang muslim di sana udah ada menyediakan tempat makan yang halal juga jadi nggak perlu ragu atau repot lagi harus banyak bawa persiapan makanan dari rumah.

Memilih makanan halal di sekitar danau toba

Biasanya cara menandai bahwa tempat makanan itu adalah nama tempat makannya itu ada tulisan halal ataupun Islamnya contohnya saja yang berada di Prapat yaitu Rumah Makan Islam murni Parapat, rumah makan ini bisa terbilang sangat legendaris.

Rumah makan ini telah menyediakan makanan halal selama 37 tahun lalu. Sampai sekarang rumah makan ini tetap menjadi tujuan para muslim yang datang ke samosir. Kemudian cara kedua yang dapat kita lakukan untuk menandai bahwa tempat makan tersebut halal atau tidak ya itu kita lihat apakah orang-orang yang datang untuk makan di tempat makan tersebut ada yang memakai hijab atau lebih banyak memakai hijab atau tidak.

Kalau di sekitaran Desa TukTuk itu juga ada salah satu rumah makan yang halal juga yaitu Rumah Makan muslim Mami Tempo, dari namanya saja sudah menjadi jaminan bahwa tempat makan tersebut halal dan pastinya aman untuk dikonsumsi oleh para muslim.

Daerah tempat makannya itu terletak di desa tuktuk siadong, Samosir. Selain dijaminkan halal tempat makan ini juga memiliki cita rasa yang enak dan harganya yang murah.

Explore keindahan Wisata Danau Toba 

Jadi tujuan pertama kali yang kami kunjungi ya udah pasti Danau Toba dulu, sebenarnya di pinggir Danau Toba itu udah enak aja untuk bersantai-santai gitu itu karena suasananya itu adem banget, dengan adanya suara-suara air di Danau Toba itu.

Pokoknya cocok deh buat bersantai apalagi apa lagi bagi wisatawan jauh yang baru sampai ke Danau Toba bisa beristirahat sebentar di situ, atau bisa juga makan bersama karna di pinggiran Danau Toba itu ada batu-besar gitu jadi bisa duduk-duduk deh di pinggiran Danau Toba.

Terus juga nggak perlu dan juga nggak perlu repot-repot cari tempat makan yang halal. Pokoknya udah enak deh liburan ke Danau Toba itu.

Trip ke Pulau Samosir

Lanjut lagi ke tempat yang kedua yaitu Pulau Samosir, yang terletak di tengah-tengah Danau Toba itu, untuk menuju kesana.

Untuk menuju ke sana kita bisa menyeberang dengan menggunakan kapal feri, dari pelabuhan menuju Pulau Samosir sekitar 35 menit perjalanan dan ongkosnya sekitar Rp 8.000 per orangnya.

Di Samosir ada satu desa yang paling banyak dikunjungi yaitu Desa Tomok tetapi ada desa lain juga yaitu desa tuk tuk.

Tetapi kami memilih untuk datang ke Samosir dan desa Tomok. Meskipun Samosir dibilang pulau yang kecil tetapi menurut saya pulaunya nggak terlalu kecil-kecil amat kalau dikelilingi jalan kaki pasti nggak kuat.

Jadi kalau ada rencana mau kunjungan singkat parkir kendaraan bisa di dekat Terminal keberangkatan, tenang saja sudah pasti aman kok, soalnya tukang parkirnya bakalan ngejagain dan kalau mau parkir itu kita bakal di kasih kartu parkir dan nomor parkirnya, karna tukang parkir di sana sudah membagi wilayah masing-masing untuk tempat parkirnya, dan juga mereka akan mengawasi setiap mobil yang di parkirkan, jadi waktu itu bayar parkirnya dihitung perhari, 1 harinya itu kenak Rp.15.000 per satu mobil.

Dari situ saja sudah banyak keuntungan yang mereka dapatkan, apalagi pengunjung yang tidak henti-hentinya terus berdatangan baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

Kapal Feri Penyeberangan ke Samosir

Jadi jangan sampai salah pilih karena di pelabuhan menyediakan dua tujuan yaitu :

  • Desa tuk tuk
  • Desa Tomo

Kapal feri nya itu ada dua tingkat tingkat yang pertamanya itu untuk letak kendaraan dan tingkat yang kedua itu untuk para penumpang dan lebih Ih enak aja anginnya kalau duduk di tingkat 2 nya tapi ya gitu cuacanya pada saat itu lagi panas terik banget karena kami pergi nya udah siang hari.

Setelah sekitar 30 menit perjalanan akhirnya kita sampai juga titik Enaknya naik kapal gini kalau angin cukup besar jadi biar pun panas juga tidak terasa.

Tarian Sigale-gale khas Samosir

Begitu sampai kita langsung diajak buat lihat tarian tradisional khas orang Batak yaitu tarian sigale-gale. Jadi tarian nya itu ada musik sama boneka yang bisa gerak-gerak gitu bentuknya seperti manusia.

Tarian ini cukup terkenal terutama di daerah Samosir tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara contohnya acara adat dan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang kesana. Konon katanya dari berbagai cerita sigale-gale merupakan patung kayu yang menyerupai wajah anak raja.

Ketika sigale-gale dimainkan para penonton boleh ikut menari dengan cara keliling-keliling sambil menyelipkan uang ke kantong baju sigale-gale tersebut. Nah kalau udah sampai di situ jangan lupa buat foto-foto, disana kita juga bisa foto bareng sama patung sigale-gale nya.

Tenang aja buat kalian para anak instagramable nggak perlu khawatir karena sinyal di sana tetap bagus dan tetap lancar meskipun di daerah pedesaan.

Belanja Souvenir khas danau toba

Di sini banyak yang jual souvenir dan kain ulos juga loh titik Nah jadi buat yang hobi belanja silakan dipilih Ada banyak ragam banyak souvenir yang dijual Misalnya saja gantungan kunci khas Samosir, tas tas rajutan, baju dan masih banyak lagi.

Buat para cewek-cewek yang ke situ pasti bakalan bikin ngiler dan nggak tahu mau beli yang mana Soalnya benar-benar bagus banget. Kami pun ada membeli oleh-oleh dari situ supaya jadi kenang-kenangan kalau pernah ke Danau Toba. Dan harga yang dijual kan juga sesuai dengan tempat wisata umumnya.

Harga di satu toko dan toko lainnya juga tidak jauh berbeda. Para penduduk di sana bisa dibilang cukup ramah terhadap para wisatawan baik itu yang sesama dengan sukunya atau juga wisatawan yang berbeda ada dengan mereka contohnya dari daerah-daerah luar.

Sedikit catatan ….

Dan kalau bisa menurut saya di daerah Samosir itu kan pendapat pajak-pajak kecil untuk menjual ikan dan sayur-sayuran, di situ saya lihat bahwa masih ada ada anjing anjing peliharaan mereka yang berkeliaran di sekitar tempat jualan mereka.

Itu menjadi salah satu gangguan untuk para wisatawan muslim. Karena bukan satu atau dua ekor anjing saja yang berada di sana tetapi sampai beberapa ekor lebih dari itu, dan itu bukan hanya mengganggu untuk para wisatawan muslim saja.

Bahkan orang yang akan meninggal untuk membeli jualan Mereka pun pasti akan merasa jijik atau kotor dengan keadaan yang seperti itu, kemudian fasilitas yang harus diperbaiki selanjutnya yaitu kamar mandi umum untuk para wisatawan, pada saat saya liburan ke sana itu saya masih mendapati beberapa kamar mandi yang kurang bersih dan juga ada yang mau berapa pintu kamar mandinya itu rusak, dan tempat peletakan kamar mandinya juga tidak cocok menurut saya Karena berada di tengah-tengah orang jualan, Karena untuk mencari kamar mandi untuk wisatawan sangat sulit untuk didapatkan.

Jadi saya harapkan semoga untuk kedepannya fasilitas-fasilitas mulai dari yang kecil seperti  kamar mandi tersebut sudah dapat bisa disediakan yang lebih layak lagi dan juga tempatnya yang mudah untuk dijangkau untuk para wisatawan, kan untuk para wisatawan muslim itu sangat menyulitkan dan juga membuat wisatawan Muslim Tidak nyaman dengan keadaan yang seperti itu.

Dan jika Danau Toba ini akan ditetapkan sebagai tempat wisata halal menurut saya kurang cocok, karena dilihat dari jumlah penduduknya saja sudah dominan beragama Kristen. Terus juga bisa kita lihat bahwa kebudayaan kebudayaan mereka itu masih sangat kental, yang turun dari nenek moyang dan terus dipelihara oleh penduduk sekitar sampai saat ini.

Demikianlah sekilas info wisata Danau Toba, Cerita Pengalaman serta Biaya pengeluaran di Objek Wisatanya.

Salam mozafir…shared by Dea D.A.

Written by 

Assalamualaikum...Anda memiliki info wisata daerah, cafe, restoran, hotel, penginapan, dll yang ingin di kenalkan pada dunia, boleh share kepada kami untuk di publikasikan. Mozafir managed by travel blogger (halal traveller).

Leave a Reply

Your email address will not be published.