Pengalaman Mendaki Gunung Sibayak: Cerita anak muda Medan

Saya dengan teman teman merencanakan untuk pergi ke sibayak, seminggu sebelum berangkat yang dimana kami tersebut harus bener bener matang dan fix untuk pergi ke sana dengan kesehatan yang baik dan fisik yang kuat dan mengumpulkan uang untuk berangkat kesana.

bersama teman mendaki gunung sibayak
bersama teman mendaki gunung sibayak

Saya dan rekan teman teman saya merencanakan untuk pergi ke Gunung Sibayak sekaligus merayakan tahun baru disana, ditepat pada hari H malam nya saya dengan teman teman saya packing untuk keperluan yang untuk digunakan disana, yah lumayan cukup banyak yang kami perlukan dan untuk kami bawa, seperti alat masak, alat bahan pokok yang mudah untuk dimasak, seperti kepentingan pribadi kita kayak sleepingbad.

Keesokan terjadinya keberangkatan tepat  pukul 13.00 wib yang dimana kami sudah bener bener  siap untuk berangkat , dan kami baca doa bersama agar selalu dilindungi oleh Allah SWT, selanjutnya….  saya dengan teman saya mengejar bus yang akan berangkat menuju kesana dengan menggunakan transportasi umum seperti mopen,

Oh…iya di Siantar ini tepat nya sering di panggil mopen dan jarang disebut angkutan umum atau angkot, dengan harga Rp. 5000 untuk ke pajak parluasan dan nyambung naik bus yang nama bus nya SIMAS dengan harga Rp. 25.000 dikali kan dengan 7 orang yang menjadi total keseluruhannya Rp. 175.000 disini kami membawa uang satu orangnya Rp. 200.000

Singkat cerita di dalam perjalanan kami sangatla bener bener tidak semangatlah dengan kondisi pada saat itu cuaca sedang tidak membaik dikarenakan hujan yang lebat dan disusuri oleh angin kencang ditambah dengan kemacatan yang sangat panjang sehingga kami sampai ke tujuan sangatlah lama.

Kami sudah lelah dalam perjalanan yang anturannya di perjalanan menuju ke sana sekitar 2,5 jam menjadi 4 jam itu belum sampai Gunung Sibayak, masih sampai Kabanjahe, setiba lamanya kami dalam perjalanan kami sampai ke kabanjahe turun dan menunggu angkutan umum lagi agar kami sampai ke tujuan, dengan harga Rp. 5000, sampai pada tempatnya ditempat registrasi kami sangat senang bisa sampai ke tempat registrasi dengan harga Rp. 10.000 x 7 Orang, menjadi Rp. 70.000, Oooooppsss…

Bukan sampai situ saja setelah kami masuk di tempat registrasi kami harus jalan kaki untuk naik ke atas  menuju yang indah dan mendirikan tenda dengan kejauhan 85 Km. Sesampai itu kami sangatlah gelap kanan kiri penuh dengan pohon pohon tinggi dan kabut kami tetep selalu begandengan agar terlepas dengan gaib gaib yang ada disekitar kami.

Foto kawah gunung sibayak
Foto kawah gunung sibayak

Sampai di tujuan belum mendaki ke puncak kami mendirikan tenda ada yang sebagian lainnya memasak untuk makan dan ada yang memasak untuk membuat minum Oooh sebelumnya saya belum bilang bahwa disini sangatla ramai orang kami berfikir hanya ada beberapa orang saja untuk merayakan Tahun Baru disana akan tetapi, sangat lah ramai.

Matahari terbit
Matahari terbit

Keesokan harinya di pagi hari kami mengejar sunset akan tetapi kami kesiangan dan kami hanya menikmati indah nya Alam saja walaupun kami tidak mendapatkan sunset dan dikarenakan juga cuaca yang sangat buruk kami pun mendaki  ke puncak.

bunga di atas puncak gunung sibayak
bunga di atas puncak gunung sibayak

Ini photo saya disaat di puncak sangat indah bukan melihat hasil nya sungguh nikmat yang luar biasa atas ciptaan oleh Allah SWT.

Maaf teman kami sebagiannya sibuk sendiri karena mereka takjub dengan Alam yang di ciptakan Oleh Allah SWT.

Lalu kami turun untuk ke tenda dikarenakan sudah mulai gerimis sampai tenda kami membuat kopi makan makanan ringan, dan disaat itu kami dilanda oleh hujan yang anturannya ingin menikmati kopi dengan cuaca yang dingin dengan santai.

Akan tetapi kami harus membuat parit disekililingan tenda dikarenakan tenda kami merembes sehingga air tersebut masuk ke dalam tenda dan angin yang sangat kencang sehingga tenda diterjang sangat kuat oleh angin tetapi tidak lepas , dan kami mandi hujan agar parit yang kami buat air tersebut dapat mengalir, pukul sudah hampir malam kami pun bersih bersih.

Oh iya disini juga ada kamar mandi yang bersih dan ada juga tempat beribadah yaitu Mushollah lumayan besar untuk muatan 20 orang beribadah bisa disini juga ada orang yang jualan Halal akan tetapi kami tidak pernah beli disini karena kami sudah membawa apa yang kami butuhkan seperti beras makanan ringan lauk pauk, sehingga kami tidak mengeluarkan uang yang banyak, jika kami kepengen atau pun logistik kami habis palingan kami hanya membeli makan ringan untuk cemilan, setiba terdengar adzan malam kami bergegas sholat sekaligus sholat isya.

Kami menunggu moment moment yang sangat kami nanti nantikan yaitu menunggu nya malam pukul 00.00 wib untuk merayakan tahun baru dengan menghidupkan kembang api yang ternyata pada saat itu kami tidak menyangka juga bahwa ada juga orang lain membawa bahkan anak pendaki tali silaturahmi nya sangatlah kuat erat , tidak memandang suku tidak memandang budaya, apalagi agama, dalam pendaki adalah menolong satu sama yang lain, menghargai satu sama lain, dan setiap pendaki mempunyai jiwa kesosialan yang sangat tinggi.

Tepat malam hari yang dimana kami pun harus keluar dari tenda dan menghidupak kembang api beramai ramai dengan anak pendaki lainnya dengan hitungan 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1, dan terjadi bum bum bum bum bum ,,,, tidak sangka kami sangat senang dan menikmati nya dengan bahagia….. belum berakhir ,  setelah kami merayakan Tahun Baru, kami masuk ke dalam tenda dan berdoa untuk Tahun Baru agar menjadi lebih baik lagi dalam tahun baru dan untuk anak pendaki yang tahun lalu pernah meninggal diakibatkan runtuhan semoga amal ibadah nya diterima.

Singkat cerita kami tidur selepas tidur kami berencana besok pagi nya packing persiapan untuk pulang ke kampung halaman kami tepatnya di tanggal 1 Bulan 01 Tahun 2018,  Ohiya disini kami bukan pergi sesuka atau luntang lantung yang tidak memiliki organisasi disini kami mempunyai organisasi yang telah bersama sama kami bangun dan kami dirikan atas nama STA (SAMPAI TUA ADVENTURE).

Jalanan pendakian di gunung sibayak
Jalanan pendakian di gunung sibayak

Selesai sudah pengalaman cerita wisata saya , mohon maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan jika ada menggunakan kata kata kasar saya mohon maaf sesungguhnya manusia tidakla luput dari kesalahan dosa dan tidak luput dari kekhilafan yang ada sekian dari saya

KESIMPULAN :

Gunung Sibayak menyajikan sejuta pesona, hingga membuat pencita alam akan tertarik mendaki gunung tersebut, ditambah lagi sebelum mendaki maka wisatawan lokal dan internasional akan mampir dikota sejuk Berastagi Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, merupakan daya tarik dari Kota Pejuang yang lebih kerap disebut dengan Bumi Turang.

Salam mozafir…shared by Arief WB

Add a Comment

Your email address will not be published.