Liburan ke Banda Aceh, Ini 2 Tempat Wisata Religi Populer Para Halal Traveller

Salam, dengan devi disini, saya tinggal di Tebing tinggi kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Mau berbagi pengalaman Liburan ke Banda Aceh: Wisata Religi Masjid Baiturrahman dan Mengunjungi Museum Tsunami dari kota Medan, tepat pas lebaran Idul fitri ke 3.

Sebelumnya saya dan keluargaa sudah merencanakan liburan ini sebelum lebaran yaitu pas masih puasa. Ini ajakan dari ayah saya yang katanya dia pengen sekali meihat Masjid Baiturrahman di Aceh, sepakatlah kami untuk pergi kesana, dan kami pergi cuma berlima saja yaitu ayah, ibu, saya dan 2 adek saya.

Jadi waktu itu kami pergi lebaran ke 3, kami mulai bangun subuh dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa kesana. Setelah selesai kami bersiap untuk pergi.

Kami pergi dari rumah jam 06.00 wib pagi menggunakan mobil pribadi sendiri, dan tidak memakai supir pengganti, Cuma ayah yang membawa mobil tersebut dari rumah ke aceh, karna menurut ayah ini adalah sebuah pengalaman dan kebersamaan bersama keluarga tanpa ada orang lain, sebab orang tua saya dua-duanya sibuk, dan tidak ada waktu buat pergi-pergi kecuali libur panjang.

Kami masuk tol tebing tinggi dan keluar tol medan. Kemudian kami masuk tol lagi yaitu melalui tol yg ada di marelan, dan kemudian keluar tol di daerah mau kearah binjai, dan saya kurang tau nama tolnya apa. Sesampainya di pangkalan brandan itu menunjukkan waktu jam 12.30 wib, dan kami singgah di masjid untuk melaksanakan sholat zuhur dan sekalian makan yang telah kami bawa dari rumah.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan lagi sampai waktu menunjukkan jam 15.40 untuk melaksakan sholat ashar, itu sudah sampai di lhokseumawe. Kemudian kami melanjutkan perjalanan lagi sampai angka menunjukkan waktu maghrib dan kami berhenti lagi, itu sudah sampai di bireun.

Kemudian melanjutkan perjalanan lagi sampai akhirnya waktu menunjukkan jam 23.00 wib, sebab kami sempat salah jalan karna kami hanya memodalkan google maps, itu sudah sampai di sigli. Setelah itu kami dijemput oleh saudara yang ada di daerah sigli dan kami malam itu beristirahat di rumahnya.

Waktu menunjukkan pagi, kami sarapan dan langsung bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh. Setelah selesai semua kami langsung pamit dan melanjutkan perjalanan menuju kesana, dengan hanya menggunakan maps, dan akhirnya kami sampai di Masjid Baiturrahman pada jam 12.00 wib.

Alhamdulillah, kemudian sesampai di masjid Baiturrahman kami langsung istirahat dan makan, karena sebelum sampai Masjid kami singgah untuk membeli nasi bungkus untuk makan siang, dan sambil menunggu waktu zuhur tiba. Setelah sholat zuhur kami langsung berkeliling masjid Baiturrahman, sungguh megah, bersih dan besar Masjid tersebut.

Saya mau memeberitahu kepada pembaca, bahwasannya untuk datang ke Masjid ini harus menggunakan pakaian yang sopan dan berjilbab, penjaga Masjid tersebut melarang orang-orang yang tidak berpakaian sopan. Sebab mayoritas orang-orang disana yaitu muslim. Jadi mereka menganjurkan untuk pengunjung yang kesana untuk berpakaian sopan dan tertutup.

Wisata Religi ke Masjid Baiturrahman Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Berfoto di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Setelah berkeliling Masjid, saya pun mengabadikan diri dengan besua foto didepan masjid tersebut, seperti yang saya cantumkan diatas. Betapa indah dan megahnya Masjid tersebut. Masjid ini menjadi simbol Banda Aceh sejak peristiwa tsunami beberapa tahun yang lalu. Saat bangunan sekitarnya hancur, masjid ini masih kokoh berdiri meski diterjang gelombang tsunami yang dahsyat.

Kemudian beberapa saat ayah saya mengajak kami untuk pergi ke mesum Banda Aceh. Masuk kedalam hanya membayar tiket per orang Rp.10.000, dan pas masuk kedalam, sungguh seakan terbayang-bayang saat terjadinya tsunami beberapa tahun lalu, museum tersebut dibangun untuk mengenang tragedi gempa bumi dan tsunami yang menyebabkan dari 200 ribu orang meninggal dan kehilangan keluarga.

Saat itu saya melewati lorong tsunami dan melihat ruang sumur doa ketempat nama-nama korban yang ditulis di dinding. Setelah itu saya menuju ruangan pamer tsunami, banyak sekali pameran yang ditampilkan. Ada 1 yang membuat saya merinding, yaitu saat melihat video terjadinya gempa bumi dan mengakibatkan tsunami.

Disitu saya merasa sedih, dan takut, bagaimana kalau itu terjadi ke saya, Nauzubillahi minzalik. Setelah berkeliling ruangan, saya pun mengabadikan diri dengan berfoto seperti pada foto tersebut.

Mengunjungi Museum Tsunami Banda Aceh

Museum Tsunami Aceh atau adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004
The Aceh Tsunami Museum – Museum Tsunami Aceh adalah sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004

Setelah mengelilingi museum tersebut, saya dan keluarga saya langsung bergegas meninggalkan tempat itu untuk menuju ketempat yang lainnya, yaitu kapal apung PLTD yang tidak jauh dari tempat sebelumnya. Sesampainya disana, kami pun langsung masuk dan melihat bagaimana kokohnya kapal tersebut, dan didalam itu terdapat isi kapal yang telah diperbarui menjadi museum.

Di dalam terdapat banyak benda-benda kapal yang dipajang, kemudian disetiap sudut banyak dipasang Tv Ltd menujukkan video yang menceritakan tentang tsunami yang menghantam kapal apung tersebut. Didalam video menceritakan tentang bagaimana kapal tersebut bisa terapung saat tsunami melanda. Pada saat itu posisi kapal lagi berlabuh dan setelah terjadinya tsunami, beberapa saat kemudian air laut surut, dan tidak lama dari arah laut suara keras datang disertai dengan gelombang tinggi menggulung, Dan pada saat itu kapal tersebut terapung karena terhempas di gulung oleh tsunami.

Setelah berkelling dan melihat kapal tersebut kami pun memutuskan untuk pulang karena waktu menunjukkan ashar 16:00 wib. Kemudian kami memutuskan untuk sholat dimasjid terdekat. Setelah siap sholat kami langsung bergegas pulang kerumah saudara kami kembali yang ada di aceh.

Ada 1 yang saya sesali pada waktu itu di aceh, yaitu tidak berkunjung ke Sabang titik 0. Karena pada saat itu kata saudara yang ada di aceh, bahwasannya laut pada saat itu lagi tidak stabil, dan cuaca pun tidak mendukung. Karna untuk menuju kesana kami harus menaiki kapal fery untuk menyeberangi laut untuk menuju ke sabang titik 0 kilometer.

Tapi saya masih bersyukur karna sudah melihat Masjid Baiturrahman yang begitu megah dan indan, serta dapat banyak pelajaran dari museem-museum yang ada disana.

Kesimpulan Liburan ke Kota Banda Aceh dari Medan

Jadi disini saya mau memberitahu kepada pembaca dan memberi informasi mau menuju ke Banda Aceh, harga tiket dan saran, yaitu:

  • Akses menuju kesini yaitu bisa menggunakan mobil pribadi, bus, dan akses transportasinya lainnya.
  • Harga tiket untuk masuk ke Museum yaitu untuk anak-anak Rp. 5000 dan untuk dewasa Rp. 10.000
  • Makanan yang ada di aceh Alhamdulillah Halal semua, karena mayoritas orang disana adalah orang muslim, dan banyak warung makan seperti nasi bungkus dan lainnya.

Saran saya disini yaitu, bila mau ke Masjid Baiturrahman sebaiknya menggunakan pakaian sopan dan tertutup, sebab orang-orang disana mayoritas islam (muslim).

Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan kepada pembaca, tentang pengalaman pengalaman Liburan ke Banda Aceh: Wisata Religi Masjid Baiturrahman dan Mengunjungi Museum Tsunami dari kota Medan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan, terimakasih. Salam mozafir, Story by Sri Devi F.

Add a Comment

Your email address will not be published.