Makam Papan Tinggi “TOMPAT” di Tapanuli Tengah

Makam Papan Tinggi “TOMPAT” di Tapanuli Tengah

Wisata religi di Sumatera Utara bisa ke Makam Papan Tinggi yang berlokasi di Jl. Barus Manduamas KM.4, Desa Pananggahan, Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah,Sumatera Utara.

Akses ke sana dengan menggunakan sepeda motor bisa dengan mobil tapi tidak bisa masuk terlalu kedalam karena gang nya sempit. Tidak ada biaya masuk ke dalam makam tapi yang ada biaya parkir sebesar Rp.5000.

Makam Papan Tinggi Barus Tapanuli Tengah
Akses Jalan Pendakian ke Makam Papan Tinggi di Barus, Tapanuli Tengah

Makanan yang ada di sana kebanyaan seperti pop mie,minuman botol dll, bagi yang muslim saya menyarankan kalau mau minum bawalah dari luar atau bawa bekal sendiri saja karena sudah pasti halal..

Fasilitas disana ada nya buku Yasin yang sudah di siapkan bagi orang yang ingin membaca atau mendoakan makam papan tinggi.

Akses ke Lokasi Makam Papan Tinggi Barus

Dari kota Medan ke Barus (TAPTENG) memerlukan 8 jam sampai ke Barus(TAPTENG) dan ke Makam Papan Tinggi nya kurang lebih 1 jam sampainya.

Makam Papan Tinggi ini terletak di atas bukit dan harus menempuh kurang lebih 710 anak tangga atau 200 meter dari permukaan laut atau 145 meter. Panjang dari Makam Papan Tinggi ini tidak tentu maksudnya berbeda ukurannya kalau kita beberapa kali ukur pasti berbeda ukurannya, tidak ada yang tau pasti berapa panjang ukuran Makam Papan Tinggi ini tersebut tapi panjangnya sekitang 9 meter.

Jika kesana harus keadaan suci atau bagi perempuan tidak lagi datang bulan dan pastinya dengan berpakaian sopan. Makam Papan Tinggi ini banyak di kunjungi pada saat mau masuk bulan Ramadhan atau hari jum’at Ramadhan banyak yang mengatakan kalau kesana pada saat bulan Ramadhan tidak terasa capek pada saat menaikinya berbeda dengan hari biasa atau tidak Ramadhan.

Kota Barus Memiliki Sejarah Yang Panjang di Indonesia

Barus/Tapteng adalah tempat kampung saya atau tempat lahir saya tapi saya baru datang ke Makam Papan Tinggi pada saat berumur 16 tahun. Saya dari dulu kepengen ke sana tapi tidak sempat-sempat ke sana dan Allah mengizinkan saya datang kesana pada saat usia 16 tahun. Petama saya datang kesana keadaan disana ada bagian yang sudah rusak,tapi masih bisa di lalui.Udara di sana sangatlah sejuk karena banyaknya kanan kiri pepohonan. Di tangganya banyak yang jualan,pas kita lewati kanan kiri banyak yang menawarkan air atau makan.

Saya ke Makam Papan Tinggi tersebut pada saat lebaran dan kondisi di sana sepi tapi masih ada juga yang datang. Saya pergi dengan saudara,abang dan teman-teman. Pada saat naik kami kebanyakan duduk atau beristirahat karena kami kelelahan.Saya melihat ada anak tangga yang belum siap di perbaiki jadi kami naik nya dengan berhati-hati karena tangga nya lumayan sempit hanya bisa 1 orang saja yang berjalan.

Setengah perjalanan pemandangan nya sudah sangat indah,semua berwarna hijau bisa membuat mata kita segar karena melihat hijau-hijau atau pohon-pohon yang begitu banyak. Setengah perjalanan tidak ada lagi yang berjualan karena tempat untuk jualan nya tidak ada karena begitu kecil dan juga ada bagian pemengan tangga atau pegangan tangga ada yang rusak dan ada juga yang tidak ada.

Dan ada tangga yang agak sedikit hancur yang membuat kita tidak biasa lewat dari tangga jadi kami lewat dari pinggiran tangga tersebut walau agak sedikit mengerikan tapi masih aman untuk di lewati. Dan kami saling sapa dengan pengunjung di sana dan juga di beri semangat oleh pengunjung disana.

Sampai nya disana kami mengucapkan Alhamdulillah karena kami sudah sampai dan Masyaallah pemandangan di sana sangatlah indah dan kami tidak membuang-buang waktu kami berfoto disana untuk menyimpan kenangan di sana.Sampai nya di atas kami menganbil buku Yasin dan kami membacanya di depan Makam Papan Tinggi tersebut sampai kami lupa untuk berfoto di sebelah makam tersebut dan kami memberikan doa kepada Makam Papan Tinggi tersebut. Jarak batu nisan antara kepala dan kaki mencapai hampir kurang lebih 9 meter karena tidak ada yang pasti atau pas mengukur nya dan tinggi nisannya mencapai 1,2 meter.

Legenda Makam Papan Tinggi

Pada nisan makan itu tertulis Syekh Mahmud dari Hadramaut,Yaman. Makam termasuk komplek pemakaman tua sejarah islam yang terletak di atas bukit dan sebagai peninggalan sejarah islam. Dan terdapat beberapa pohon yang ada di sekitar makam tersebut dan di beri pingirannya pagar dan dimakamnya terdapat batu-batu kecil yang ada di atas makam tersebut, Banyak orang Indonesia yang mengunjungi Makan Papan Tinggi tersebut.

Dan selesai kami membaca Yasin kami mengambil beberapa foto untuk di kenang atau untuk di bagikan ke sosmed masing-masing.Setelah selesai kami memutuskan untuk balik.

Di kampung saya Makam Papan Tinggi ini sering di sebut atau terkenal dengan nama “Tompat”.

Orang tua saya pernah bercerita bahwa dulu itu ada kendi yang berisi air dan air itu tidak pernah habis walau pun lagi musim kemarau.

Tapi ada kejadian bahwa kendi itu di curi oleh seseorang karena dia pecaya bahwa kendi itu akan membawa keberuntungan atau dia menggangap kendi itu ajab dan ingin membawanya dan menjualnya oleh orang luar dan katanya pada saat kendi itu ada di rumahnya atau ada disekitarnya banyak kejadian yang tidak masuk akal atau kejadian aneh pada dirinya dan dia memutuskan untuk mengembalikan kendi itu tapi di saat dia mau mengembalikan kendi itu di tengan jalan kendi itu pecah dan kendi itu sudah tidak ada lagi.

Saran Pengembangan Wisata Religi Makam Papan Tinggi

Saran saya untuk pariwisata Makam Papan Tinggi ini ialah sebaiknya pemerintah membenarkan tangga yang rusak dan juga pegangan tangganya untuk keselamatan para pengunjung yang datang kesana karena pariwisata Makam Papan Tinggi ini termasuk sering dikunjungi oleh orang Indonesia.

Seharus nya lebih sering dirawat oleh daerah disana agar tidak rusak dan tidak kotor atau dijaga dengan benar. Dan memberikan aturan yang tegas bagi pengunjung agar tidak merusak dan menjorokkan di pariwisata manapun, agar tetap indah dan banyak orang yang mengunjunginya dan juga Agar tidak lupa dengan peninggalan sejaran Islam apa lagi  zaman Modern sekarang banyak yang tidak peduli dengan sejarah.

Demikian cerita saya tentang Makam Papan Tinggi “TOMPAT” di Tapanuli Tengah. Salam mozafir..shared by Khairunnisa

Written by 

Assalamualaikum...Anda memiliki info wisata daerah, cafe, restoran, hotel, penginapan, dll yang ingin di kenalkan pada dunia, boleh share kepada kami untuk di publikasikan. Mozafir managed by travel blogger (halal traveller).

Leave a Reply

Your email address will not be published.