Pengalaman Pemula Mendaki Gunung Merbabu, Jawa Tengah

Pengalaman Pemula Mendaki Gunung Merbabu, Jawa Tengah – ini adalah pengalaman awal sebagai seoarang pecinta gunung, seorang mahasiswa dari Medan yang gemar bergabung dengan komunitas pecinta Alam.

Persiapan Mendaki Gunung Bagi Pemula

Disini saya ingin menceritakan perjalanan liburan akhir tahun 2018 saya. Saya dan kawan saya  membuat rencana yg terbilang mendadak untuk melakukan pendakian di gunung merbabu, jawa tengah.

Kenapa saya bilang mendadak karena kami membuat rencana 3 minggu sebelum pendakian yang mana itu terlampau singkat untuk memenuhi segala perlengkapan untuk mendaki dan hanya 3 org saja yg sudah memiliki peralatan yang lengkap untuk mendaki dan 5 orang lagi hanya pendaki amatiran termasuk saya.

Selama 3 minggu itu kami mencoba mencari peralatan mendaki dari carrier, sepatu, tenda, dan bahan bahan logistik yang akan dibawa. Pendakian kami rencanakan di tanggal 26 – 27 Desember yang dilakukan oleh 8 orang termasuk saya.

Akses Transportasi Menuju Pendakian Merbabu

Hari keberangkatanpun tiba pada tanggal 25 desember kami kumpul di terminal klari, karawang barat, jawa barat. Kami berangkat pukul 18.00 menggunakan bus menuju boyolali dengan harga kawarawang-boyolali: Rp 160.000 yang memakan waktu selama 8 jam perjalan.

Kami tiba pukul 02.00 setibanya disana kami dihampiri oleh orang sekitar dan menawarkan kami travel menuju pos registrasi pendakian, dan dikenakan biaya Rp 20.000/orang. Perjalanan kebasecamp  memakan waktu 1 jam. Rencana jalur yang kami pilih adalah lewat Selo. Sepertinya namanya, ini adalah jalur paling “selo”. Tapi kami dibawa ke basecamp via gancik.

Selo didaulat sebagai jalur termudah dan paling “selo”, jadi saya rasa cocok untuk saya yang baru saja mencoba naik gunung.

Pukul 08.00 kami bertolak dari basecamp. Kami membayar Rp 5.000 untuk biaya registrasi dan diberi arahan oleh petugas tentang kondisi pendakian, rute, dan tentunya tentang sampah. Dan beruntungnya kami tiba hari itu karena kata petugas yg jaga kalau beberapa hari kebelakang diatas sedang terjadi badai dan baru hari ini cerah.

Gunung di Indonesia sangat identik dengan sampah. Sampai ada bercandaan seperti ini, “Kalau kamu tersesat, cari saja sampah di jalur. Kalau ada, berarti itu jalur yang benar.”

Gawat kali memang….

Dari basecamp ke pos 1 saya lalui dalam waktu sekitar dua jam. Pada awalnya kami masih melewati rumah warga dan beberapa ladang kebun tetapi perjalanan sudah cukup menanjak dan bahkan ada tempat wisatanya juga yang bernama “gancik hill top” setelah melewati tempat wisata jalan sudah berupa hutan yang cukup rapat jadi adem.

Mendaki gunung merbabu via gancik hill top di selo

Sampainya dipos 1 kami istirahat sejenak memakan buah jeruk yg kami bawa, setelah 10 menit istirahat kami melanjutkan perjalanan. Dari pos 1 ke pos 2 jalan mulai berupa tebing yang curam. Tanjakan sudah lumayan terjal dan pohon makin jarang terlihat. Sekitar jam 10.45 saya sampai di pos 2.

Dari pos 2 ke pos 3 jalan mulai berupa sabana berbukit dan kabutpun mulai turun.

Dan akhirnya sampailah kami dipos 3 pukul 12.00.

Dari pos 3, merapi yang gagah sudah terlihat di kejauhan. Pos 3 ini juga adalah titik temu jalur selo dan jalur gancik.

Sedihnya, di pos 3 ini banyak sekali sampah terutama tissue basah. Mikir apa sih orang-orang yang buang sampah sembarangan ini?

Dari pos 3 ini kamu harus bersiap-siap, karena ada tanjakan yang bernama ‘tanjakan setan’.

Tanjakan di gunung merbabu

Istirahat di pos 3 Jalur pendakian Gunung Merbabu

Karena melihat tanjakan yang cukup terjal akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat dipos 3 dan mulai mendirikan tenda. Kami membagi tugas 6 yang mendirikan tenda dan 2 yang masak. Saya  membantu mendirikan tenda karena tendanya ada 2 jadi jadi lebih banyak orang yg dibutuhkan agar cepat selesai.

Setelah tenda berdiri kamipun mulai merapikan bawaaan yg kami bawa kedalam tenda dan istirahat sambil menunggu makanan. Dan makananpun sudah siap disantap. Setelah makan kamipun bergantian sholat zuhur dan berwudhu degan cara tayamum karena tidak adanya sumber air disekitar.

Kami cukup lama berada dipos 3 minum kopi sambil menikmati alam disekitar. Mengabadikan pesona alam Indonesia dan beberapa foto diri dengan suasana yang nyaman dan suhu yang cukup dingin.

Setelah puas mengabadikan beberapa foto kamipun kembali ketenda dan melaksanakan sholat ashar. Setelah sholat kami pun tidur untuk memulihkan stamina karena ada medan terjal yang akan dilalui setelah ini.

Tidak terasa haripun mulai gelap dan kami tidak mendapati sunset karena kabut sedang tebal waktu menunjukan pukul 18.00 waktunya sholat maghrib. Dan pada saat itu ada yg melaksanakan sholat dan ada yang masak secara bergantian.

Perjalanan Malam Hari Menuju Puncak Merbabu

Setelah perut kenyang dan stamina pulih kembali kamipun mulai menyusun barang barang yang perlu dibawa kepuncak. Disini kami meninggalkan tenda, peralatan memasak, pakaian dan tas.

Kami hanya membawa barang barang seperlunya saja seperti kamera, jas hujan dan beberapa makan ringan dan minum karena kami berangkat malam jadi untuk mengurangi resiko. Jam 21.00 kami memulai kembali perjalanan kami melewati medan cukup terjal.

Cukup sulit melewati perjalanan dari pos 3 ke Sabana 1 karena waktunya malam dan cukup sulit melihat jalan walaupun dapat bantuan dari headlamp. Disini 2 org kawan saya hampir hilang karna salah jalur mereka hampir saja masuk kedalam jurang untungnya setiap beberapa langkah kami selalu berteriak menanyakan kabar satu sama lain jadi reaksi kami cukup cepat untuk menghentikan mereka sebelum berjalan terlalu jauh.

Kami berjalan cukup santai karna memiliki banyak waktu sebelum sunrise tiba. Sambil jalan sambil menikmati pemandangan kaki gunung dimana lampu lampu rumah bersinar dengan indahnya seperti bintang. Tidak terasa berjalan kamipun sampai disabana 1 pukul 11.30

Cukup lama beristirahat disini ada sekitar 30 menit karena salah 1 teman saya dapat panggilan alam (BAB) dan lucunya dia membersihkan “itu”nya dengan buff yang dia miliki karena tidak adanya sumber air dan kami juga lupa membawa tissue. Kami tertawa melihat tingkah konyolnya yang kami tidak merasakan apa itu lelah.

Setelah kejadian itu kamipun melanjutkan perjalanan. Dari sabana 1 sampai sabana 2 tidak ada halangan perjalananpun cukup mudah dan tidak ada rintangan seperti dari pos 3 ke Sabana 1 dan akhirnya kamipun tiba disabana 2 pukul 01.00 dan tanggalpun sudah berganti menjadi 27 Desember.

Karena tidak merasa lelah kamipun langsung melanjutkan perjalan menuju puncak dengan suhu yang semakin dingin dan oksigen yang semakin tipis membuat dadak sesak karena hal itu kami banyak berhenti sekitar 5 menit istirahat  berkali kali sambil menikmati choki choki dan madu rasa.

Dengan waktu tiga jam dan bisa lebih cepat seharusnya. Dan akhirnya saya sudah sampai di Puncak Triangulasi. Ada beberapa puncak di Merbabu, dan jarak tidak terlalu jauh tapi karena banyak pendaki pada saat itu maka kami memilih puncak Triangulasi yg tidak terlalu banyak pendaki untuk mengabadikan beberapa momen.

pendaki pemula di puncak gunung merbabu

Catatan Perjalanan Mendaki Gunung Merbabu

Menurut saya merbabu ini tak terlalu sulit untuk didaki. Yang perlu diperhatikan adalah bawa persedian air yang cukup karena di jalur gancik tak ada sumber air. Berikut adalah perjalan saya kegunung merbabu. Pesan saya untuk para pendaki janganlah buang sampah sembarangan sayangilah alam kita agar orang lain dapat menikmati alam Indonesia kita.

Salam lestari…

Alam semesta yang indah ini memberikan kita pengalaman yang berkesan, selalu membuat kita ingin mentadabburi luasnya alam yang terbentang di sekitar kita, namun bukankah setiap hal ada di dunia ini melainkan karena ada sosok pembuatnya? begitupula dengan alam yang indah itu, semua itu dapat kita nikmati karena ada yang menciptakannya, yaitu Allah swt. Berikut ini beberapa dalil tentang keindahan Alam semesta dikutip dari hadis hadis Rasul saw.

” Sesungguhnya Allah suka melihat (tampaknya) bekas nikmat (yang dilimpahkan-Nya) kepada hamba-Nya.”   (HR. At-Tirmidzi & Al Hakim)

“Barangsiapa menghidupkan bumi yang mati maka (bumi) itu menjadi miliknya.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya air diciptakan sebelum arasy” (H.R. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Dari Ibnu Abas, ia berkata, “Rasulullah saw. Bersabda, ‘Awal makhluk yang Allah swt. Ciptakan adalah pena dan ikan, (lalu Dia berkata kepada pena, ‘Tulislah.’) Pena berkata, ‘Apa yang aku tulis?’ Allah berkata, ‘Segala sesuatu yang terjadi hingga hari kiamat’ Lalu Nabi membaca: Nun wal qalam. Nun adalah ikan, dan al-Qalam adalah pena.” (H.R. H.r. At-Thabrani, al-Mu’jamul Kabir, XI: 433, hadis No. 12.227

Tittle : Pendakian Gunung Merbabu via Gancik Selo
Shared by Nuh Aulya SL

Written by 

Assalamualaikum...Anda memiliki info wisata daerah, cafe, restoran, hotel, penginapan, dll yang ingin di kenalkan pada dunia, boleh share kepada kami untuk di publikasikan. Mozafir managed by travel blogger (halal traveller).

Leave a Reply

Your email address will not be published.