Mendaki Gunung Sibayak Karo, Opsi untuk Pendaki Pemula, Medan

Jalur Mendaki Gunung Sibayak, Opsi untuk Pendaki Pemula – Mendaki gunung – Gunung Sibayak terletak di dataran tinggi karo Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung ini memiliki ketinggian 2094 Mdpl, Sementara itu, bentangan Gunung Sibayak juga masuk ke bagian Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Dari pusat Kota Medan, kamu perlu menempuh jarak sekitar 60 kilometer untuk sampai di kawasan Gunung Sibayak.


Akses menuju lokasi pendakian gunung Sibayak : Pertama, kamu bisa menuju Berastagi melalui Jalan Jamin Ginting ataupun Jalan Raya Sidikalang – Medan. Sesampainya di pusat Kota Berastagi, kamu perlu menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer lagi untuk sampai di kawasan Gunung Sibayak.

Bagi teman-teman yang mempunyai keinginan mendaki? Namun masih belum mempunyai pengalaman yang cukup. Maka gunung ini  merupakan opsi pendakian  yang sangat cocok untuk kunjungi. Bukan karena gunung ini memiliki ketinggian yang relatif rendah tetapi Gunung Sibayak juga memiliki keindahan yang tidak kalah bagus dengan gunung-gunung lainnya.

Mendaki Gunung Sibayak Untuk Pendaki Pemula

Jalur Mendaki gunung sibayak karo untuk Pemula
Mengapa saya katakan Gunung Sibayak cocok bagi teman-teman yang masih pemula? Alasan sama seperti pertama kali saya memulai hobi menjadi pendaki. Yatu karena minimnya pengalaman makanya saya memilih gunung yang memiliki ketinggian yang tidak terlalu tinggi dan Gunung Sibayak juga memiliki jalur pendakian yang tidak terlalu menantang. 

Alasan yang kedua adalah dikarenakan gunung sibayak juga merupakan yang letaknya tidak terlalu jauh juga dari kota Medan.

Sehingga gunung ini sangat cocok bagi teman-teman untuk memulai hobi sebagai pendaki atau hanya sekedar ingin merasakan bagaimana mempunyai pengalaman mendaki gunung.

Walaupun Gunung Sibayak merupakan gunung yang bisa dikategorikan sebagai gunung yang mudah untuk didaki. Tetapi pentingnya untuk mempersiakan kondisi badan sebaik mungkin bila perlu dianjurkan untuk berlali-lari kecil seminggu sebelum melakukan pendakian dan membawa perlengkapan pendakian agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Gunung Sibayak memiliki tiga jalur pendakian yang berbeda. Pertama, melalui jalur Desa semangat gunung atau Desa Raja Berneh yang berada sekita 15 kilometer dari kota Berastagi atau 7 kilometer dari Jalan Raya Medan – Berastagi.

Jalur ini memiliki kondisi jalan yang rapi, sehingga bisa dilalui mobil. Karenanya, jalur desa ini kerap dipilih oleh banyak pendaki khususnya para pemula. Sesampainya di desa, kamu akan menemukan pos registrasi via Desa Semangat Gunung.

Sebelum memulai pendakian, kamu perlu membayar retribusi sebesar Rp4.000 per orang. Selanjutnya, kamu bisa menuju Pintu Rimba yang dapat ditempuh sekitar 20 menit naik motor dari pos registrasi. Kedua, melalui jalur Desa Jarang Uda berjarak 3 kilometer dari Kota Berastagi.

Desa ini terdapat di Kecamatan Simpang Empat, dekat Pasar Buah Berastagi. Jalur ini memiliki trek lebih panjang dibanding jalur Desa Semangat Gunung.

Biasanya, pendakian via Desa Jarang Uda akan memakan waktu kurang lebih 2,5 jam perjalanan. Meski cukup panjang, kondisi jalur ini telah rapi dengan aspal hingga jarak 1 kilometer dari sebelum puncak. Panorama yang ditawarkan pun tak kalah indah, teman-teman bisa melihat hutan tropis yang dipenuhi pepohonan tinggi.

Uniknya, jalur satu ini lebih popular dibandingkan jalur yang lainnya. Ketiga, Jalur 54. Dari ketiga pilihan yang ada, Jalur 54 dianggap sebagai rute yang paling sulit dan menantang.

Karena itulah, jalur ini lebih cocok bagi pendaki yang sudah berpengalaman. Kondisi jalan cukup terjal dan berbahaya sehingga pendakian bisa memakan waktu hingga 4 – 6 jam. Nama “54” sendiri dipakai karena lokasi jalur ini berada tepat di muka batu penanda jarak 54 kilometer dari pusat Kota Medan.

Teman-teman dapat menemukan jalur ini di Desa Doulu II dengan berpatokan pada kawasan Penatapan yang terkenal sebagai tempat bakaran jagung di tepi jalan raya. Sebenarnya, masih ada beberapa jalur pendakian lain yang dapat membawamu menuju Gunung Sibayak.

Namun, teman-teman tidak disarankan untuk melalui jalur tersebut karena tidak resmi dan tidak terjamin keamanannya.

Akses Transportasi dan Biaya Mendaki Gunung Sibayak dari Kota Medan

Akses menuju Gunung Sibayak Karo Sumatera Utara sendiri teman-teman bisa mengunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Nantinya kendaraan teman-teman akan diparkirkan di pos pertama dengan biaya penitipan sekitar Rp20.000 – Rp30.000 untuk mobil dan Rp10.000 – Rp20.000 untuk motor.

Ada pula beberapa pilihan kendaraan umum yang bisa digunakan, seperti Bus Sinabung Jaya, Bus Borneo, Bus Murni, hingga Bus Sutra (Sumatera Transport) yang bisa ditemui kawasan Simpang Pos Medan, Jalan Jamin Ginting.

Dengan mengeluarkan biaya Rp10.000, teman-teman sudah bisa sampai di Kota Berastagi. Selanjutnya, teman-teman bisa melanjutkan perjalanan dengan angkot kama dan turun di dekat jalur pendakian Gunung Sibayak.

Bagi teman-teman yang masih takut atau kesulitan untuk naik karena belum tahu julur kepuncak. Teman-teman bisa menyewa jasa warga sebagai guide untuk menuntun teman-teman ketempat untuk mendirikan tenda yang aman di puncak Gunung Sibayak.

Tarif untuk penyewaan jasa tersediri tidak dapat ditaksir karena tarif ini sendiri tergantung dengan kesepakatan teman-teman dan guide sendiri.

Namun teman-teman tidak harus menyewa jasa guide kok karena jalur pendakian bisa dibilang mudah dan sudah ada petunjuk arah yang sudah disediakan oleh pengelola wisata Gunung Sibayak.

Pengalaman Mendaki Gunung Sibayak

Di puncak Gunung Sibayak sendiri banyak tersedia mata air jadi teman-teman tidak perlu khawatir kekurangan air dan juga ingin mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah shalat 5 waktu. Tak hanya di puncak di pos pertama juga terdapat mushollah yang bisa digunakan untuk sembahyang apabila sampai di pos pertama sudah memasuki waktu shalat.

Warga  yang tingal di sekitar Gunung Sibayak juga memanfaatkan gunung sendiri menjadi tempat mencari nafka hal ini dibuktikan banyak warung disekitar pos pertama. Warga setempat juga sangat ramah menyambut para pendaki yang hendak naik kepuncak dan terkadang mereka juga mempersilahkan para pendaki untuk beristirahat diwarung mereka dan sekaligus menawarkan makanan dan minuman yang mereka jual.

Hal yang perlu diingat bagi teman-teman ketika berada di Gunung ialah tetap menjaga tingkah laku dan ucapan. Jangan dibiasakan berbahasa yang tidak sopan apalagi ketika berada di alam hal ini sungguh sangat dilarang karena kita juga harus menghormati tempat yang kita kunjungi.

Hal lain yang perlu diingat adalah jangan membuang sampah sembarang ketika berangkat ke puncak gunung harus diingat apa saja barang bawaan yang akan menjadi sampah dan membawanya kembali ketika turun lalu dibuang ketempat yang telah disediakan oleh pengelola gunung karena gunung juga tempat tinggal hewan dan makhluk hidup lainnya.

Menurut saya Gunung Sibayak bisa dijadikan sebagai objek wisata halal. Dikarenakan gunung juga merupakan keindahan alam yang diciptakan Allah kepada umatnya sebagai bentuk kebesaran-Nya.

Pada saat mendaki juga kita masih bisa mengerjakan perintah Allah yaitu shalat lima waktu dikarenaka tidak ada tempat penghalang dalam mengerjakannya dan faktor lainnya terdepat mata air yang bisa kita gunakan untuk mengambil wudhu.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran/3:190-191].

Tittle: Gunung Sibayak, Opsi Pendakian Bagi Pemula
Shared by Alfariqi

Add a Comment

Your email address will not be published.