Wisata Pantai Sialang Buah, Teluk Mengkudu – Serdang Bedagai

Wisata Pantai Sialang Buah terletak di Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai. Masih satu deretan pinggiran pasir pantai Bali Lestari dan pantai Cermin.

berfoto di pinggir pantai sialang buah
Pantai Sialang Buah, Wisata pantai yang masih bagus di Serdang Bedagai

Lokasi pantai Sialang Buah Berjarak 60 km dari Kota Medan, Jalan menuju pantai ini tidak terlalu sulit, jika ingin mengunjungi pantai ini kita akan melewati beberapa desa sebelum sampai ke Pantai Sialang Buah.

Lokasi Objek Wisata Pantai Sialang Buah
Desa Sialang Buah
Kec. Teluk Mengkudu
Serdang Bedagai – Sumatera Utara

Pengalaman Rekreasi ke Pantai Sialang Buah dari Medan

Waktu aku pergi ke pantai Sialang Buah sungguh tidak direncanakan dari jauh-jauh hari, semuanya serba mendadak. Pada malam itu, satu dari teman kos ku (kami ngekos ber-6) tiba-tiba mengajak kami untuk berlibur ke pantai ini karena besok posisinya libur kampus.

Kami semua langsung setuju. Besoknya jam 7 pagi, kami naik angkot dari Tuasan ke UIN Sumatera Utara untuk naik angkot Sandra Prima tujuan kepantai itu.

Perjalanan dari kampus ke Pantai memakan waktu sekitar 2 jam dengan biaya angkot Rp.15.000/orang.

2 jam berlalu pun kami sampai di Simpang Matapao. Dari simpang Matapao kami di jemput oleh Nurul (temannya temanku), kebetulan dia tinggal tidak jauh dari Pantai Sialang Buah. Nurul pun mengantar kami satu per satu menuju rumahnya.

Sesampainya dirumahnya, kami kaget sudah disiapkan makanan oleh ibunya untuk kami makan. Setelah makan barulah kami langsung menuju pantai Sialang Buah diantar Nurul satu per satu lagi. Perjalanan dari rumah Nurul ke pantai kira-kira memakan waktu 15 menit.

Selama diperjalanan dari Matapao menuju kepantai Sialang Buah, aku melihat ada hal yang merusak pemandangan yaitu hewan/ternak babi milik Masyarakat di Desa Tali Air dilepas bebas sehingga tampak berseliweran dijalan sehingga sangat mengurangi keindahan Desa.

Jalan menuju kesana pun cukup bergejolak. Sehingga memakan waktu yang cukup lama. Akhirnya pun setelah 15 menit kami sampai di Pantai Sialang Buah.

Harga Tiket Masuk Pantai Sialang Buah

Pantai Sialang Buah merupakan pantai termurah dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya. Sehingga cocok untuk kantong anak kos seperti kami hehehe… masuknya cukup membayar Rp. 2000-Rp.3000 pada hari biasa, dan Rp.5000 pada hari libur, dan Rp.8000 pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri atau pun tahun baru.

Karena kami datang ke pantai itu pada hari biasa, maka kami cukup membayar Rp.3000 saja/orang.

Semasuknya kami di pantai ini, kami disambut oleh penduduk sekitar yang amat sangat ramah. Karena itu memang katanya salah satu keunggulan pantai ini. Orang-orang yang ramah lah yang membuat banyak pengunjung yang tidak bosan untuk mengunjungi pantai ini.

Untuk masuk ke pantai Sialang Buah kita perlu menyebrangi jembatan kayu yang lumayan serem hehehe. Sampai aku saja tidak berani untuk melihat ke bawah. Lumayan panjang juga jembatannya.

Di bawah jembatan ini terdapat seperti aliran air yang menjadi tempat berhentinya kapal-kapal seperti dermaga. Dari pintu masuk kita sudah disuguhkan dengan hasil laut yang masih segar, sepertinya mau dijual ke luar.

Pantai Sialang Buah merupakan tempat yang pas untuk rekreasi bersama keluarga, teman bahkan gebetan hehehe… air laut yang lumayan bersih serta pasir putih yang lumayan  berkilau-kilau menambah indahnya pantai ini tapi sayang, banyak pengunjung yang mencemarkan kebersihan pantai ini. 
Dan pantai Sialang Buah ini juga merupakan satu-satunya pantai yang lautnya beralaskan pasir (kalau pantai lain disekitarnya beralaskan lumpur).
Menikmati Makanan Laut 
Selain sebagai tempat rekreasi keluarga, Pantai Sialang Buah juga dikenal dengan Tempat Perlelangan Ikan. Begitu masuk ke pantai ini akan disambut oleh hasil laut yang menakjubkan. 
Seperti ikan, kerang, kepiting, udang dan lainnya. Bahkan dipinggiran pantai itu banyak sekali ubur-ubur kecil yang lucu serta kerang-kerang kecil yang indah. Oleh karena itu, banyak pengunjung yang datang ke pantai ini bukan hanya sekedar menikmati pemandangan alamnya yang mantul (mantap betul), tetapi juga membeli ikan laut yang segar.
Fasilitas di Lokasi Wisata 

tempat duduk atau pondok yang bisa di sewa untuk menikmati pantai di sialang buah
Dipinggir pantai terdapat pondok-pondok santai dan warung makanan dengan harga yang terjangkau. Selain pondok, juga terdapat banyak pohon yang rimbun dan bahkan ada tempat duduk dan ayunan dibawahnya.
Juga tersedia tempat penyewaan ban (pelampung) bagi pengunjung yang ingin berenang di pantai. Katanya, pengunjung juga bisa menaiki kapal-kapal atau perahu yang disediakan para nelayan sekitar untuk berkeliling laut sambil menyaksikan indahnya pantai Sialang Buah. 
Tetapi, waktu aku kesana tidak ada tersedia kapal yang di naiki pengunjung, yang ada cuman kapal nelayan yang mencari ikan. 
Semilir angin yang sejuk membuat pengunjung betah bersantai di pantai ini. Aku saja sampai tertidur pulas di pondok hahaha. 
Bagi yang beragama Muslim pun jangan khawatir kalau mau Sholat, karena di pantai ini disediakan Mushola yang berada di pinggir pantai berdekatan dengan pintu masuk di belakang pondok. Jadi, sambil berrekreasi pun kita bisa sambil ibadah.
Selain Mushola, pastinya di pantai ini disediakan kamar ganti dan toilet. Tetapi, untuk masuk ke kamar ganti dan toilet kita harus merogoh kantong sebesar Rp. 2000. sayang, toiletnya tidak dijaga kebersihannya. Air nya terdapat banyak jentik-jentik nyamuk. 
Aroma nya pun tidak sedap alias bau. Tapi bagaimana lagi, mau tidak mau harus masuk karena aku ingin ganti baju untuk bisa bermain air dipinggir pantai. Tapi, aku tidak langsung kepinggir pantai pastinya karena matahari masih terik sekali. 
Untuk itu aku memutuskan untuk mendokumentasi kan pantai yang cukup indah ini dan bersantai di pondok sampai ketiduran dengan mendengarkan musik dan menikmati angin yang berseliwir di pinggir pantai. 
Sekitar jam 16.00 WIB barulah aku menyusul teman-temanku yang sudah dipinggir pantai dan mendapatkan banyak sekali kerang-kerang kecil. Tidak hanya kerang, bahkan mereka menangkap ubur-ubur kecil yang lucu dengan menggunakan jaring. 
Aku pun ikut bermain air dan mencari ubur-ubur yang lucu itu. Tapi, tentunya kami tidak membawa ubur-ubur itu pulang. Pastinya kami kembalikan lagi ke habitat mereka. Kami mulai lelah bermain, saatnya hal yang ditunggu-tunggu orang narsis seperti kami adalah foto bersama hehehe. Kami pun berfoto bersama.
berfoto di pinggir pantai sialang buah
Di foto itu Cuma 5 orang karena temanku yang satu lagi ada dibelakang kamera. Setelah kami berfoto-foto, kami kelaparan dan makan bekal kami bersama-sama. Setelah itu kamipun berganti baju dan membayar Rp.2000 lagi untuk masuk ke kamar ganti. 
Lalu langsung deh kami pulang. Menurutku pantai Sialang Buah lumayan worth it untuk dikunjungi para anak kos seperti kami karena dengan biaya murah dapat rekreasi seperti ini.
Kata Nurul, biasanya pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri banyak penjual sourvenir  dari kulit kerang yang berkeliling pantai. Sayang sekali, kami tidak bertemu dengan penjual sourvenir itu, malah bertemu dengan penjual kerang hahaha…
Signal internet ilang timbul he he
Tetapi, sayangnya di Pantai ini lumayan susah untuk mengakses internet karena jaringannya ilang timbul. Mungkin jika pakai kartu telkomsel pasti mudah mendapat jaringannya.
Pantai Sialang Buah memang cukup menarik untuk dikunjungi bersama kerabat. Harga ikan, makanan dan minuman yang dijual disana juga relatif tidak mahal. 
Sedikit catatan Terhadap objek wisata..
Hanya saja perlu disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Serdang Bedagai supaya jalan dari Matapao menuju pantai Sialang Buah supaya ditingkatkan lebih baik lagi dan hewan/ternak babi masyarakat di Desa Tali Air jangan dilepas bebas sehingga tampak berseliweran dijalan yang akibatnya mengurangi keindahan desa. 
Disamping itu, rumah penduduk di Desa Tali Air terkesan kumuh dan ada yang hampir ambruk agar dapat ditingkatkan kebersihannya.
Dan terakhir, untuk berjaga-jaga, untuk yang muslim sebaiknya membawa bekal makanan untuk dimakan disana. Tujuannya untuk menjaga kehalalan apa yang kita konsumsi. 
Sekian tentang Pantai Sialang Buah, akhirnya pun liburanku berakhir dan kembali lagi menjalani aktivitas seperti biasanya di kota Medan.
Salam mozafir….shared by Umil

Written by 

Assalamualaikum...Anda memiliki info wisata daerah, cafe, restoran, hotel, penginapan, dll yang ingin di kenalkan pada dunia, boleh share kepada kami untuk di publikasikan. Mozafir managed by travel blogger (halal traveller).

Leave a Reply

Your email address will not be published.