Islamic Worldview : Pengertian Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya

Pengertian Islamic Worldview Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya – Apa pengertian Islamic Worldview (Pandangan Dunia Islam) serta karakteristiknya yang biasa di gunakan ketika memulai mempelajari sebuah keilmuan?.

Bagi mereka yang sudah belajar ilmu ekonomi Islam, tentu materi islamic worldview menjadi bahasan pertamakali di ajarkan agar pemahaman dalam melihat dan memahami sebuah teori keilmuan sesuai dengan kaidah seorang muslim.

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang islamic worldview maka pertama kali kita akan mengelaborasi tentang apa itu worldview?

Sejarah Penggunaan Istilah Worldview Dalam Keilmuan

Asal atau sejarah kata Worldview, dimunculkan pertama oleh pemikir asal Jerman yang bernama Immanuel Kant (lahir di Königsberg, Kerajaan Prusia, 22 April 1724 – meninggal di Königsberg, Kerajaan Prusia, 12 Februari 1804 pada umur 79 tahun). Pada masa itu di jerman Worldview di kenal dengan istilah weltanschauung. Sejak saat itu, kata ini sering digunakan dalam ruang pendidikan dan diskursus yang populer.

Secara Etimologi, “Weltanschauung” berasal dari dua suku kata yaitu kata “Welt” yang berarti dunia, dan kata “Anschauung “  yang berarti persepsi, rasa atau intuisi. Berdasarkan dua suku kata ini maka ditariklah defenisi dari terminologi “Weltanschauung”yang secara umum dapat diartikan sebagai Intuisi seseorang tentang objek dunia yang dia pandangi.

Lalu bagaimana di dalam Islam? singkatnya, dalam agama Islam, cara pandang ini ada dan ia dibentuk oleh Agama. Jadi, jika demikian maka cara pandang Islam itu ada sejak Nabi Adam.

Pengertian Islamic Worldview Menurut Para Ahli Pengetahuan

Sebelum kita membahas islamic Worldview, pertama-tama kita akan explore apa itu Worldview dalam beberapa terminologi pemikir akademisi.

Pengertian Worldview Menurut Ahli Ilmuan Barat

Worldview menurut Ninian Smart (Roderick Ninian Smart seorang penulis dan dosen asal Skotlandia, Ia dianggap pelopor dalam bidang studi relijius sekuler. Pada tahun 1967 ia mendirikan departemen studi relijius di Universitas Lanchaster, yang pertama di Britania Raya) adalah sebuah kepercayaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang berfungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral.

Jadi jika yang dipercaya, dirasakan, dipikirkan sehingga asas (moto) bagi perilaku sosial dan moralnya itu adalah worldview.

Worldview menurut Alparslan Acikgence seorang guru filsafat dari Turki adalah asas bagi setiap perilaku manusia, termasuk aktifitas-aktifitas ilmiah dan teknologi. Setiap aktifitas manusia akhirnya dapat dilacak pada pandangan hidupnya, dan dengan begitu aktifitasnya itu dapat direduksi ke dalam pandangan hidup.

Maka yang mendorong seseorang melakukan aktivitas dalam bidang sains maupun teknologi itu adalah worldview.

Worldview menurut Thomas F. Wall seorang guru besar filsafat dari Amerika adalah sistem kepercayaan dasar yang integral tentang diri kita, realitas, dan pengertian eksistensi. Maka apa yang kita yakini tentang diri kita, tentang realitas disekitar kita dan keseluruhan wujud alam semesta ini adalah worldview.

Pengertian Islamic Worldview Menurut Ahli Ilmuan Muslim

Islamic worldview menurut Sayyid Abul A’la Maududi (25 September 1903 – 22 September 1979, seorang teolog dan filsuf pakistan) adalah Islami Nazariah (Islamic Vision) yaitu pandangan hidup yang dimulai dari konsep keesaan Tuhan, yang berimplikasi kepada seluruh kegiatan manusia di dunia.

Islamic Worldview menurut Sayyid Qutb adalah al-Tasawwur al-Islami (Islamic Vision) yang artinya akumulasi dari keyakinan asasi yang terbentuk dalam pikiran dan hati setiap muslim, yang menggambarkan khusus tentang wujud dan apa-apa yang terdapat dibalik itu.

Islamic Worldview menurut Syekh Atif al-Zayn adalah al-Mabda’al-Islami (Islamic Principle) yang berarti aqidah fikriyyah (kepercayaan yang rasional) yang berdasarkan pada akal.

Islamic Worldview  menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah Ru’ yah al-Islam al-Wujud yang berarti pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati yang menjelaskan hakikat wujud.

Karakteristik Worldview

Memberikan dasar dasar pemahaman tentang dunia

Islam sebagai cara pandang, memberikan konsep – konsep dasar  pemahaman tentang dunia. Tak dapat dipungkiri lagi, kebenaran cara pandang Islam tentang dunia mutlak adanya dikarenakan cara pandang tesebut turun langsung dari sang Pencipta alam semesta.

Hal tersebut terlihat dari bagaimana Islam memberikan dasar – dasar pemahaman dalam Konsepsi Intelektual, Aqidah (Keyakinan) dan Paradigma (Tatanan Nilai). Sehingga tanpa Islam, seseorang yang terjun dalam pemahaman keduniaan tidak akan menemukan apapun selain materi dan ilmu yang menyesatkan.

Konsep yang Komprehensif (Menyeluruh)

Sebagai suatu cara pandang yang akan mempengaruhi segala perilaku lahiriyyah dan batiniyyah, tentu saja konsep kehidupan yang lengkap dan menyeluruh harus ada di dalam sebuah Worldview. Sehingga tidak akan ditemukan jalan buntu yang akan menyesatkan manusia.

Di sinilah Islam hadir sebagai sistem kehidupan yang komprehensif. Bisa dilihat bagaimana islam mengatur kehidupan para penganutnya dalam bersosialisasi dengan Rabb nya, diri sendiri, sesama muslim, lingkungan hingga seluruh aspek dalam kehidupan. Sehingga seorang muslim tidak akan menemukan apapun yang buntu dalam menjalani kehidupannya.

Koheren dan Konsisten

Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an? sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya  (An-Nisa’:82)

Sebagai suatu cara pandang yang otomatis akan menjadi pedoman hidup, tentu adanya pertentangan di dalamnya adalah hal yang dapat membatalkan keabsahan cara pandang tersebut. Hal ini yang akan menyebabkan kebingungan dan pertentangan diantara para penganutnya. Kepaduan dan kekonsistenan sebuah Worldview tentu menjadi syarat yang mutlak adanya.

Menjawab Semua Masalah Besar

Hal – hal yang berhubungan dengan eksistensi diri, hakekat makhluk hidup, asal mula kehidupan dan kemana perginya semua makhluk yang mati merupakan sebagian dari pertanyaan – pertanyaan besar orang – orang yang belum mengenal Islam. Namun ketika mereka mencoba untuk menjawab dengan berbagai macam rekaan, tidaklah bertambah pemahaman mereka kecuali hanya kesemrawutan.

Hal ini tercermin dari berbagai teori – teori cacat dan buntu yang diciptakan oleh ilmuwan – lmuwan yang tidak mengenal Allah Swt sebagai Sang Pencipta alam semesta. Yang sebenarnya permasahan – permasalahan yang amat sulit dan besar menurut mereka, dijawab oleh Islam dengan begitu mudahnya.

7 Karakteristik Islamic Worldview menurut Sayyid Qutb

Islamic Worldview menurut Sayyid Qutb adalah al-Tasawwur al-Islami (Islamic Vision) di antara karakteristiknya adalah :

  1. Rabbaniyah—dari Allah,
  2. Tsabat—konstan,
  3.  Syumul—komprehensif,
  4. Tawazun—seimbang,
  5. Ijabiyyah—positif, selalu berkembang jadi lebih baik,
  6. Waqi’iyyah—pragmatis/realistis,
  7. Keesan—tauhid, sebagai inti dari worldview yang percaya pada Tuhan yang Esa.

#1 Karakteristik Rabbaniyah

Ia bersifat Rabbani artinya berasal dari Tuhan sehingga dapat disebut sebagai visi keilahian. Sifat ini membedakan Islam dari worldview lain. Ia diturunkan oleh Tuhan dengan segenap komponennya. Berbeda dengan Islam, worldview lain seperti pragmatisme, idealisme atau dialektika materialisme bersumber dari akal pikiran dan kehendak manusia.

Bahkan kitab suci agama lain selain Islam telah tercampur oleh pandangan akal pikiran manusia. Sedangkan Islam kitab sucinya masih terjaga (QS. AlHijr: 9).

#2 Karakteristik Tsabat

Bersifat konstan / tsabat artinya tasawwur al-Islami itu dapat diimplementasikan ke dalam berbagai bentuk struktur masyarakat dan bahkan berbagai macam masyarakat. Namun esensinya tetap konstan, tidak berubah, dan tidak berkembang. Ia tidak memerlukan penyesuaian terhadap kehidupan dan pemikiran, sebab ia telah menyediakan ruang dinamis yang bergerak dalam suatu kutub yang konstan.

Alam semesta dengan sunnatullah, manusia dengan sifat kemanusiaannya adalah desain yang konstan. Sifat konsisten ini berlawanan dengan perkembangan yang tidak terbatas yang terjadi di Barat dan bahkan menjadi tameng bagi westernisasi atau pengaruh kebudayaan Eropa, nilai-nilai, dan metodologinya.

#3 Karakteristik Syumul

Komprehensif / syumul artinya tasawwur al-Islami itu bersifat konprehensif. Sifat komprehensif ini didukung oleh prinsip tauhid yang dihasilkan dari sumber Tuhan yang Esa. Tauhid yang termanifestasikan kedalam kesatuan antara pemikiran dan tingkah laku, antara visi dan inisiatif,antara doktrin dan sistem, antara hidup dan mati, antara cita-cita dan gerakan,antara kehidupan dunia dan kehidupan sesudahnya.

Kesatuan ini tidak dapat dipecah-pecah ke dalam bagian-bagian yang tidak saling bersesuaian, termasuk memisahkan antara ibadat dan muamalat. Jika Islam dipahami diluar konsep tauhid ini, pemahaman itu dapat meletakkan seseorang di luar dari konsep Islam.

#4 Karakteristik Tawazun

Seimbang / tawazun artinya pandangan hidup Islam (Islamic worldview) merupakan keseimbangan antara wahyu yang dapat dipahami oleh manusia dan yang diterima dengan penuh keyakinan dan keimanan karena keterbatasan akal manusia. Selain itu keseimbangan ini juga berarti keseimbangan antara yang diketahui al-ma’lum dan yang tidak diketahui gair ma’lum, antara yang nyata dan yang tidak nyata.

#5 Karakteristik Ijabiy

Positif / ijabiy, artinya dari aktivitas ketaatan kepada Allah SWT manusia menghasilkan sikap positif dalam hidupnya. Segala aktifitas dalam hidup manusia dan relevansinya dan konsekuensinya dalam agama. Pernyataan syahadad dalam lidah harus diaplikasikan ke dalam setiap amal.

#6 Karakteristik al-waqi’iyyah

Pragmatisme / al-waqi’iyyah artinya sifat pandangan hidup Islam (Islamic worldview) itu tidak selalu idealistis, tapi juga membumi ke dalam realitas kehidupan. Jadi, ia idealistis dan realistis yang sesuai dengan sifat-sifat kemanusiaan. Dalam Islam, peran manusia yang dibutuhkan hanyalah sejauh kapasitasnya sebagai manusia. Ia tidak diletakkan lebih rendah dari itu atau dituntut untuk berperan pada tingkat ketuhanan.

Ia berbeda dari visi Brahma dalam agama Hindu yang menganggap raga manusia sebagai tidak riil, atau dari pandangan hidup Kristen (Kristen worldview) yang menganggap manusia terdiri dari jiwa dan raga, tapi menganggap segala yang berhubungan dengan raga sebagai kejahatan.

#7 Karakteristik Tauhid

Tauhid, artinya karakteristik yang paling mendasar dari pandangan hidup Islam (Islamic worldview) adalah pernyataan bahwa Tuhan itu adalah Esa dan segala sesuatu diciptakan oleh-Nya. Karena itu tidak ada penguasa selain Dia, tidak legislator selain Dia, tidak ada siapapun yang mengatur kehidupan manusia, hubungan dengan dunia, makhluk hidup atau manusia kecuali Allah. Petunjuk, undang-undang, dan semua sistem kehidupan, norma atau nilai yang mengatur hubungan antara manusia dengan-Nya.

Internalisasi Islamic Worldview dalam Keilmuan Islam

  1. Konsep Tuhan
  2. konsep agama
  3. konsep manusia
  4. konsep pengetahuan
  5. konsep alam
  6. konsep tujuan hidup

Kesimpulan

Islamic Worldview adalah konsep tentang pandangan hidup yang dimulai dari konsep keesaan Tuhan, yang berimplikasi kepada seluruh kegiatan manusia di dunia.

Artikel diatas merupakan Pengertian Islamic Worldview, Karakteristik Islamic Worldview Sebagai Landasan Ontologi Keilmuan Islam dan Internalisasi Islamic Worldview dalam Keilmuan Islam (Konsep Tuhan/Tauhid, Agama, Manusia, Pengetahuan, Alam, Tujuan Hidup), semoga artikel ini memberikan sedikit pemahaman tentang Pengertian Islamic Worldview Menurut Para Ahli dan Karakteristiknya.

Sumber Referensi :

  • Jurnal TSAQAFAH, Hamid Fahmy Zarkasyi, Worldview Islam dan Kapitalisme Barat, via https://www.researchgate.net/publication/304465596_Worldview_Islam_dan_Kapitalisme_Barat
  • Lihat Tamam, Abas Mansur (2017). Islamic World View Paradigma Intelektual Muslim. Jakarta, Spirit Media Press, hal. 10
  • dan dari berbagai sumber lainnya

Add a Comment

Your email address will not be published.