Samosir Island “Negeri Indah Kepingan Surga”????

Dinas parawisata samosir mempunyai argumentasi tersendiri terhadap samosir karena keindahan alamnya, mereka menyebutnya negeri indah kepingan surga, kenapa disebut sebagai negeri indah? atau kepingan surga?

Menurut saya Samosir merupakan salah satu ikon wisata yang sangat membanggakan dan sangat di andalkan dari segi pariwisata Indonesia khususnya Sumatera Utara, karena keindahan dari danau toba dan pemandangan yang masih tergolong asri dan menakjubkan.

Masih sedikit khususnya bagi warga perkotaan yang tau akan Negeri indah ini karna akses menuju Samosir tidak begitu mudah, tetapi ketika saya berkunjung kesana sangat sedikit melihat warga lokak untuk berwisata, lebih dominan dari mancanegara, karna Samosir benar benar sangat menakjubkan.

Rumah di pulau samosir
Rumah di pulau samosir

Namun jika and apunya asumsi sendiri tentang judul di atas, silahkan tambahkan komentar anda di bawah ya…

Saya berkunjung ke Samosir selama 2 hari 1 malam dengan menggunakan Sepeda Motor dari Medan. Waktu yang ditempuh dari Kota Medan ke prapat selama 4 jam jalan melalui jalur darat, berangkat dari medan pukul 07:00 WIB dan dan untuk masjid sangat mudah untuk dijumpai sepanjang perjalanan dan juga makanan halal mudah ditemukan karna jalur yang dilewati dari Lintas Sumatera dan saya sampai di prapat pada pukul 11:00 WIB.

Uang minyak yang dihabiskan sekitar Rp. 100.000,- dan melanjutkan jalur perairan melalui Pelabuhan Ajibata menuju Pelabuhan Tomok menggunakan kapal ferry

Tarif dan Jadwal Pelabuhan Ajibata – Tomok

Tarif untuk sepeda motor biaya retribusi sebesar Rp. 13.000,-/motor sudah terhitung untuk penumpang .

Penyeberangan yang ditempuh kurang lebih selama 45 menit . Saya mengambil jadwal pukul 11.30 WIB dan sampai ke Pelabuhan Tomok pukul 12.15 WIB.

JADWAL PENYEBRANGAN FERRY KMP.  TAO – TOBA
DARI AJIBATA DARI TOMOK
TRIP 1
TRIP 2
TRIP 3
TRIP 4
TRIP 5
PUKUL 08:30
PUKUL 11:30
PUKUL 14:30
PUKUL 17:45
PUKUL 21:00
TRIP 1
TRIP 2
TRIP 3
TRIP 4
TRIP 5
PUKUL 07:00
PUKUL 10:00
PUKUL 13:00
PUKUL 14:00
PUKUL 19:00

Museum Batak / Rumah adat di Samosir

Sampai di Pelabuhan tomok kita mencari mesjid atau mushalla terdekat untuk melaksanakan shalat dzuhur, memang agak susah untuk menemukan mesjid ataupun mushalla tapi pasti ada sepanjang jalan. Setelah selesai, kami berkunjung ke museum batak atau rumah adat.

Ketika itu kami tidak di pungut biaya apapun bahkan parkir juga tidak ada. Banyak yang dapat kita pelajari mengenai budaya orang batak dan juga sejarahnya dengan wisata sekaligus tetap menambah ilmu.

Penginapan Pinggir Danau Toba

pemandangan hotel pinggir danau toba
pemandangan hotel pinggir danau toba

Kami mulai bergerak sekitar pukul 16:00 dan melanjutkan perjalanan ke daerah tuk-tuk siadong dan sebelumnya kami sudah memesan villa yang mungkin cukup sampai 8 orangan dengan fasilitas yang baik dan harga terjangkau sekita Rp. 200.000,-/malamnya di Pandu Lakeside Hotel tuktuk.

View yang didapat langsung menghadap danau toba dan halaman yang sangat luas serta fasilitas yang sangat baik dengan harga terjangkau.

Memang benar benar samosir tempat wisata yang bersejarah dan sangat saya kagumi akan keindahan serta keasrian dimana danau yang sangat jernih dikeliling  bukit bukit yang sangat hijau dan indah, perpaduanalam yang tak pernah terlupakan memori atas ciptaan Sang Maha Kuasa.

Tak heran sangat banyak wisatawan mancanegara yang ada disana karna Samosir terkenal dikalangan mancaneagara. Tetapi mesjid atau mushalla agak sulit di dapatkan karna mayoritas penduduk sana nonmuslim. Tetapi masih ada.

Untuk makanan agak sulit mendapatkan masakan halal jadi kami membeli di indomaret untuk dan memang sudah membawa beberapa makanan atau bahan dari rumah.

Menara Pandang Telle

Menara Pandang Telle
Menara Pandang Telle

Selanjutnya kami menuju ke Menara pandang Telle yang merupata salah satu destinasi yang sangat indah di Samosir, waktu yang di tempuh dari tuk-tuk lumayan lama sekitar 3jam, saya berangkat pukul 08:00 WIB dan lagi lagi sepanjang jalan mata di manjakan dengan bukit bukit yang tersusun rapi dan hijau, jalan yang berliku, udara yang segar serta sepanjang jalan masih bisa dikatakan sepi dari kendaraan ataupun kemacetan.

Tetapi untuk menemukan warung sangat sulit dan saya memutuskan untuk berhenti ke Minimarket(indomaret) untuk membeli beberapa dan mengisi minyak sekita Rp.100.000,-  hinggah sampai ke kota.

Sampailah di Menara Pandang Telle sekitar pukull 10:00, biaya masuk atau retribusi untuk menikmati hanya berkisar Rp. 7.000,-/org  dan kita sudah bisa menikmati keindahan samosir dari menara pandang telle (yang paling tinggi di antara bukit yang lain) kenapa saya katakan begitu karena memang kita sudah berada paling atas di Samosir.

Kembali ke Medan…

Kita mulai bergerak ke Medan sekitar pukul 13:00 dan berencana menjama’ shalat dzuhur dan ashar karena sepanjang jalan kita hanya menatap bukit sampai ke kota sidikalang, dan ketika sudah masuk ke kota, warung halal sudah ada dan juga masjid dan mengisi bahan bakar sekitar Rp.50.000,-. perjalanan yang dihabiskan sekitar 5 jam atau 6 jam sampai di Medan. untuk makan tidak terlalu mahal masih bisa dikatakan diharga standar.

Demikian perjalanan saya ke Pulau samosir, yang juga di juluki negeri indah kepingan surga, menurut pengalaman kamu, apakah memang pantas samosir island di juluki demikian?

Salam mozafir, shared by Nurul A.

Add a Comment

Your email address will not be published.