Liburan ke Tapanuli Selatan dan Bukit Tinggi

Kami sekeluarga pulang kampung ke Tapanuli Selatan, Sipirok, Desa Somba Debata pada tanggal 1 juni 2019 pada pukul 12 malam, dan pada saat itu masih bertepatan bulan puasa. Di pertengahan jalan yaitu di daerah Siborong-Borong kami singgah beristirahat dan sahur. Waktu yang harus di tempuh ke kampung saya kurang lebih 10 jam.

Setelah beberapa hari di kampung tibalah puncaknya yaitu lebaran idul fitri pada tanggal 5 juni 2019, di pagi hari saya bangun cepat untuk bersiap – siap dan makan fajar, setelah makan fajar kami sekeluarga bermaaf – maafan, dan kemudian sholat eid di masjid yang ada dikampung, mendengarkan ceramah dan bersalaman serta bermaafan satu kampung.

Sehabis sholat kami sekeluarga berziarah kekuburan kakek dan nenek dari kedua orang tua saya (ayah dan mama). Setelah ziarah kami keluarga besar kumpul di rumah keluarga besar dari kakek, kegiatan yang biasa dilakukan setelah itu oom dan ibu memberikan THR kepada kami keponakannya.

Kemudian kami semua keluarga besar membahas acara keluarga yaitu pergi jalan – jalan ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat, dan juga silaturahmi ke rumah kakaknya mama atau uwak saya di Ujung Gading, kami berencana pergi hari lebaran 3 (tiga) atau tanggal 7 juni 2019, dan menyusun rute perjalan kemana yang akan dituju.

Masuk pada waktu berangkat yaitu tanggal 7 juni 2019, kami berangkat pada pukul 10 malam, kami menggunakan 3 mobil karena yang ikut semua keluarga besar. Jalan yang kami lewatin dari Sipirok, Padang Sidempuan, dan banyak juga jalan yang saya tidak tau, di karenakan berangkat malam. Di sepanjang perjalanan terlihat sepi dan gelap.

Sekitar pukul 5 pagi atau subuh kami beristirahat di masjid dan juga sholat di masjid tersebut. Sudah aja satu jam kami beristirahat kami melanjutkan perjalanan. Sudah ada 2 jam melanjutkan perjalanan kami sarapan dengan bekal yang sudah disiapkan sebelum berangkat. Dengan canda tawa bersama keluarga besar lelah pun hilang.

wisata lobang jepang
wisata lobang jepang

Sudah ada satu jam kami beristirahat dan sambil sarapan, kami melanjutkan perjalan tanpa berhenti agar supaya cepat sampai di tempat tujuan. Tidak salah kami sampai di Bukit Tinggi sekitar pukul 1 siang pada tanggal 8 juni 2019. Tempat wisata yang dituju duluan yaitu Jam Gadang, kami mencari parkir di sekitar tempat wisata. Setelah dapat tempat parkir kami bergegas ketempat tersebut dengan berjalan kaki, karena parkir dengan tempat wisata ada sekitar 500 meter, karena juga ramenya pengunjung.

Setelah sudah sampai di tempat tujuan tersebut, kami melihat – lihat sekeliling dan berfoto – foto bersama, padahal badan sudah lelah dan capek, tetapi ketika sudah di tempat wisata tersebut semua hilang karena dengan pesona tempat tersebut.

Masuk ke wisata Jam Gadang gratis tidak ada di punggut uang sedikitpu, pengunjung yang ada disana berbagai dari daerah dan dari mancanegara. Kami juga disitu tidak terlalu lama karena ada tempat wisata yang mau di kunjungi berikutanya yaitu Wisata Goa Jepang. Sebelum kesana kami membeli souvernir dan baju yang bertuliskan I LOVE BUKIT TINGGI dengan harga 100 ribu dapat 3 pasang baju.

Sehabis kami membeli souvernir kami bergegas kembali ke mobil. Biaya parkir 10 ribu per satu mobil di tempat wisata Jam Gadang, dan kamipun menuju wisata berikutnya. Butuh waktu setengah jam ke tempat itu, karena padatnya jalan banyaknya orang berlibur, disitupun kami juga harus mencari parkir lagi.

Dari parkiran menuju wisata berikutnya yaitu Goa Lobang Jepang kami berjalan kurang lebih 100 meter. Untuk masuk ke dalam Goa Lobang Jepang harus membayar. Tiket masuk per orang adalah 15 ribu. Cara pembayaran bukan dengan karcis melainkan dengan kartu seperti kartu e-toll.

Pada sampai disana kami semua sudah kelaparan dan akhirnya kami membeli nasi bungkus. Harga nasi bungkus disana 15 ribu perbungkus, dan kamipun masuk sembari membawa makanan yang sudah di beli tadi. Sampai didalam kami mencari tempat duduk untuk beristirahat dan memakan makanan yang sudah di beli.

Fasitilitas yang ada di tempat wisata tersebut di lengkapi dengan musholah, kamar mandi, tempat belanja souvernii juga. Tempatnya juga nyaman dan sejuk. Karena dikeliling hutan yang indah.

Setelah kami makan, kamipun pergi masuk kedalam Goa tersebut dan ditemani oleh pemandu untuk menelusuri Goa tersebut. Kami juga membayar pemandu tersebut dengan harga 150 ribu. Sesampai didalam Goa dia menjelaskan bagaimana sejarah Goa tersebut. Dan ternyata Goa lobang Jepang tersebut memiliki terowongan sebanyak 21 buah.

Setelah beberapa saat kami keliling di Goa tesebut, kamipun keluar dari belakang Goa, karena pintu keluar ada di belakang Goa tersebut. Untuk naik ketempat kumpul kami tadi harus melewati anak tangga yang tinggi. Begitu naik di atas ternyata banyak yang menjual suovernir, dan beberapa keluarga ada yang membelinya. Sehabis itu kami berfoto dengan keluarga besar.

panorama ngarai sianok
panorama ngarai sianok

Sehabis dari wisata tersebut kamipun bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke tempat kakaknya mama (uwak saya) yang ada di Pasaman Barat, waktu yang harus di tempu kesana kurang lebih 6 jam lagi. Di perjalanan kami terjebak macet akibat ada yang kecelakaan. Kami melewati Danau Maninjau, karena kami lewat disitu sudah malam tidak terlihat lagi keindahan danau tersebut.

Kami sampai ditempat tujuan sekitar pukul 1 malam. Kami disitu 2 hari, banyak hal yang kami ceritakan selama diperjalan karena baru pertama itu saya dan keluarga besar berwisata ke Bukit Tinggi.

Add a Comment

Your email address will not be published.