Cerita Pengalaman Mengunjungi Tempat Wisata di Banda Aceh dan Sabang

snorkeling di pulau rubiah

Moment liburan sekolah sangat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Jadi kami sekeuarga berangkat di tanggal 8 Juli tahun 2019 Hari selasa jam 4 sore berangkat dari rumah di kota Medan.

Kami tidak menggunakan GPS tetapi kami memakai supir yang sudah berpengalaman ke wilayah tersebut.

Naik Mobil Pribadi dari Medan ke Banda Aceh

Rute yang ditempuh mulai dari Medan, Binjai, Pangkalan Brandan, langsa, Lhokseumawe, Bireun, Sigli, dan berakhir di Banda Aceh.

Untuk makan malam kami membawa bekal dari rumah, jadi tidak perlu berhenti di rumah makan untuk hari pertama, rencannya di hari esoknya baru singgah, namun sempat beberapa kali berhenti di pom bensin untuk numpang ke toilet sekaligus isi bensin dan juga masjid untuk shalat.

Ternyata tidak semua jalan mulus seperti yang dibayangkan, ada juga yang masih dalam perbaikan. Dan juga kami masih sempat singgah untuh membeli cemilan-cemilan dipinggir jalan, seperti pisang sale.

Kami juga singgah di pom bensin untuk tidur karena sekalian menghemat biaya. Saat pagi sekitar jam 8 pagi kami singgah di salah satu tempat yang menyediakan sarapan pagi.

Uniknya kami tidak diambilkan seperti di medan tetapi kami ambil sendiri makanan yang ingin kami makan dan juga untuk kami 7 orang beserta supir hanya Rp. 95.000,- beserta minumannya menurut saya cukup murah.

Saat jam 10 pagi kami sampai di Banda Aceh. Setelah itu kami mencari rumah kawan papa untuk beristirahat disana. Setelah sampai dirumahnya kami diperboehkan menggunakan kamar mandi untuk mandi karena badan rasanya sudah penat. Sekitar jam 1 siang setelah shaat zuhur kami pergi menuju destinasi wisata di Banda Aceh.

Mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Berfoto di depan Masjid Raya Baiturrahman, salah satu icon wisata Halal di Aceh
Berfoto di depan Masjid Raya Baiturrahman, salah satu icon wisata Halal di Aceh

Pertama kami pergi ke Masjid Raya Baiturrahman yang masih kokoh berdiri walaupun terkena tsunami waktu itu…

Berlokasi di: Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh

Museum Tsunami Aceh

“Symbolic center honoring victims & survivors of the 2004 Indian Ocean earthquake & tsunami disaster.”

Kedua kami pergi ke museum Stunami, museum ini sungguh mengagumkan, di museum ini membuat kita merasa kita berada di tengah tengah tsunami 26 Desember 2004.

Berlokasi di: Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116

Biaya Tiket Masuk Museum Tsunami

Untuk tiket masuk museum tsunami ini untuk anak-anak membayar Rp. 2000,- dan untuk dewasa Rp.3.000,- tetapi saat itu tiket masuk untuk dewasa telah habis maka kami masuk menggunakan tiket anak-anak jadi kami hanya membayar Rp. 14.000,-  untuk 7 orang.

Museum PLTD Apung

Yang ketiga kami menuju Kapal PLTD Apung yang kandas sekitar 5 kilometer ke daratan saat tsunami terjadi.

Berlokasi di: Punge Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh City, Aceh 23116

Sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana suasana saat kejadian itu, karena kapal PLTD Apung ini sangat besar sekali. Untuk tiket masuknya seikhlas hati.

Setelah dari situ kami mencari informasi untuk menyeberang ke pulau sabang. Setelah sampai di pelabuhan kami mecari informasi tentang feri yang bias membawa mobil. Ternyata apabila memakai feri tersebut adanya 3 hari kedepan maka dari itu kami memutuskan menggunakan feri cepat tanpa membawa mobil dan akan menyewa mobil di sabang.

Biaya Kapal Cepat Express Bahari ke Sabang

Untuk biaya tiket kapal feri biasa Rp.20.000,- per orang sedangkan untuk mobil Rp.200.000,-dan untuk feri cepat Rp. 80.000,- per orang.

Lamanya perjalanan menyeberang dari Band aceh ke sabang apabila memakai kapal feri biasa memakan waktu 2 jam sedangkan untuk feri cepat memakan waktu hanya 40 menit.

Sewa Mobil di Sabang

Setelah sampai di sabang kami mencari mobil untuk disewa. Mobil yg kami sewa seharga Rp. 300.000,- dan lepas kunci. Setelah mendapat mobil kami bergegas mengisi BBM Rp.100.000,-.

Sewa Hotel di Sabang

Lalu kami mencari hotel yang lumayan murah. Kami mendapat hotel Master satu kamar Rp. 250.000,- kami menyewa 2 kamar. Setelah itu kami mencari makan malam disekitar daerah hotel. Sekitar jam 10 malam kami kembali ke kamar untuk tidur.

Sekitar jam 5 pagi kami shalat subuh dan mencari sarapan pagi. Kami sarapan pagi dengan roti. Seteah itu kami siap siap dan sekitar jam 10 pagi kami mencari penyewaan kapal untuk pergi ke pulau Rubiah.

Harga Sewa Alat Snorkeling di Pulau Rubiah

Untuk kesana kami menyewa kapal seharga Rp.300.000,- untuk 12 orang. Dan juga menyewa alat snorkeling seharga Rp. 40.000,- per orang kami menyewa 4 jadi Rp.160.000,-. Setelah itu kami berangkat ke pulau Rubiah dan kami juga di berikan pemandangan karang-karang di dasar laut.

snorkeling di pulau rubiah
snorkeling di pulau rubiah

Setelah puas bersnorkeling kami kembai ke hotel sekitar jam 12 setelah itu kami shalat zuhur lalu pergi ke titik nol

Mengunjungi Tugu Kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang
Mengunjungi Tugu Kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang

Setelah itu sekitar jam 13.30 kami ke kota untuk makan siang setelah itu kami ke pelabuhan untuk kembali ke kota Banda Aceh. Sekitar jam 3 lewat kapal pun berangkat.

Sesampainya di kota banda aceh kami memutuskan untuk pulang ke medan karena ada hal mendesak yang mesti dilakukan. Sebelum pulang kami menyempatkan membeli oleh-oleh terebih dahulu dan makan malam.

Perjalanan dari Banda Aceh ke Medan

Sekitar jam 7 malam kami keluar dari banda aceh menuju medan. Kami sampai di Medan pada pukul 12 siang dan menghabiskan BBM sekitar Rp.600.000,-. Alhamdullilah sampai kembai kerumah dalam keadaan selamat.

Semoga bermanfaat ya info tentang Cerita Pengalaman Mengunjungi Tempat Wisata di Banda Aceh dan Sabang, story by T. Chairrani

Written by 

Assalamualaikum...Anda memiliki info wisata daerah, cafe, restoran, hotel, penginapan, dll yang ingin di kenalkan pada dunia, boleh share kepada kami untuk di publikasikan. Mozafir managed by travel blogger (halal traveller).

Leave a Reply

Your email address will not be published.