Wakaf uang : Arti, Potensi, overview

Tanggal 2 juli 2020 saya ikut meeting zoom dengan topik “Sertifikasi Amil dan Nazhir Profesional” yang di adakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI dengan programnya kelas literasi zakat dan wakaf.

Di waktu persentasi Prof. Raditya Sukmana, Ph.D⁣ memaparkan informasi mengenai potensi wakaf tunai di Indonesia, berikut saya sajikan informasi potensi wakaf uang (Tunai) di Indonesia yang saya kutip dari materi persentasi Prof. Raditya Sukmana, Ph.D⁣ dengan judul Wakaf Kontemporer, disampaikan dalam acara Literasi zakat dan Wakaf oleh Kemenag July 2, 2020.

Contoh Realisasi Manfaat Dana wakaf untuk kaum dhuafa

Masih mengutip dari data persentasi Profesor Raditya pada acara terebut, berikut uraian contoh realisasi manfaat dari hasil wakaf uang dan barang yang telah terkumpul dan kemudian di manfaatkan ntuk membantu kaum dhuafa, salah satunya yaitu di Rumah Sehat Terpadu (RST) Bogor.

Rumah Sehat Terpadu (RST) berdiri di atas lahan seluas 7.803 m2, di desa Jampang Kec. Kemang, Bogor Jawa barat. Tahun pertama pengoperasian rumah sakit ini, mampu melayani kurang lebih 54.000 pasien dhuafa. Informasi yang ingin kita ambil dari rumah sakit diatas adalah bahwa rumah sakit ini dibangun dari Wakaf Uang dan Barang dengan nilai tidak kurang dari Rp. 65 M. 

Besaran Potensi Dana Terhimpun dari wakaf uang (Tunai) di Indonesia

  • Populasi Indonesian sekitar 240 juta
  • Populasi Muslim 85% = sekitar 200 juta
  • Asumsi separuh muslim tidak miskin (100 juta)
  • Setiap orang dari yang tidak miskin berwakaf 1000 rupiah perbulan maka kita bisa mengumpulkan Rp 100 milyar rupiah sebulan.

Asumsinya adalah kalau untuk membangun sebuah rumah sakit seperti yang di uraikan di atas di bangun dengan dana kurang lebih 65 miliar maka dengan dana yang terkumpul setiap bulannya 100 miliar hasil dari wakaf tunai masyarakat muslim di Indonesia, maka setiap bulannya kita mampu membuat 1 rumah sakit dan coba bayangkan kalau dalam setahun bisa lebih banyak lagi rumah sakit yang di bangun dan tentunya dengan ini akan terlayani lebih banyak lagi kaum dhuafa yang dapat merasakan manfaatnya di seluruh Indonesia, itu dari wakaf tunai 1000 rupiah setiap bulan.

Besar bukan ??? artinya besar sekali manfaatnya untuk umat, yang dimana dengan dana wakaf uang ini bisa memberikan manfaat bagi umat di berbagai sektor kehidupan bukan hanya di Rumah sakit.

Buat anda yang belum terlalu faham tentang wakaf. Berikut saya sajikan informasi singkat tentang wakaf yang saya kutip dari Badan Wakaf Indonesia.

Apa itu Wakaf?

Kata “Wakaf” atau”Wact” berasal dari bahasa Arab “Waqafa”. Asal kata “Wakafa” berarti “menahan” atau “berhenti” atau “diam” di tempat” atau tetap berdidi”. Kata “Wakafa-Yaqufu-Waqfan” sama artinya “Habas-Yahbisu-Tahbisan”. 1 Kata al-Waqf dalam bahasa Arab mengandung beberapa pengertian. Artinya : Menahan, menahan harta untuk diwakafkan, tidak dipindahmilikkan

Wakaf menurut UU RI No. 41 Tahun 2004

Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Wakaf menurut Mazhab Syafi’I dan Ahmad bin Hambal

Syafi’I dan Ahmad berpendapat bahwa wakaf adalah melepaskan harta yang diwakafkan dari kepemilikan wakif, setelah sempurna prosedur perwakafan. Wakif tidak boleh melakukan apa saja terhadap harta yang diwakafkan, seperti : perlakuan pemilik dengan cara pemilikannya kepada yang lain, baik dengan tukaran atau tidak. Jika wakif wakaf, harta yang diwakafkan tersebut tidak dapat diwarisi oleh warisnya.

Wakif menyalurkan menfaat harta yang diwakafkannnya kepada mauquf’alaih (yang diberi wakaf) sebagai sedekah yang mengikat, dimana wakif tidak dapat melarang penyaluran sumbangannya tersebut. Apabila wakif melarangnya, maka Qadli berhak memaksa agar memberikannya kepada mauquf’alaih.

Karena itu mazhab Syafi’i mendefinisikan wakaf adalah : “tidak melakukan suatu tindakan atas suatu benda, yang berstatus sebagai milik Allah SWT, dengan menyedekahkan manfaatnya kepada suatu kebajikan (sosial)”.

Apa itu Wakaf Uang?

Sebagaimana yang kami kutip dari BWI tentang wakaf uang, di tuliskan bahwa Wakaf Uang (Cash Wakaf/Wagf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh). Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i. Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan. Hal ini sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Wakaf Uang, (11/5/2002).

Bagaimana Cara atau Prosedur Wakaf Uang ?

Agar lebih mudha difahami, saya coba tuliskan secara panjang lebar tentang cara mudah wakaf uang sebagaimana yang sudah di informasikan oleh Badan wakaf Indonesia.

Informasi Tentang Wakaf Uang

Siapapun Bisa. Kini, orang yang ingin wakaf tidak harus menunggu menjadi kaya. Minimal Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah), anda sudah bisa menjadi wakif (orang yang berwakaf), dan mendapat Sertifikat Wakaf Uang.

Jaringan Luas. Kapan pun dan di manapun anda bisa setor wakaf uang. Mudah bukan? Sebab, BWI telah bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah untuk memudahkan penyetoran.

Uang Tak Berkurang. Dana yang diwakafkan, sepeser pun, tidak akan berkurang jumlahnya. Justru sebaliknya, dana itu akan berkembang melalui investasi yan dijamin aman, dengan pengelolaan secara amanah, bertangung jawab, professional, dan transparan.

Manfaat Berlipat. Hasil investasi dana itu akan bermanfaat untuk peningkatan prasarana ibadah dan sosial, serta kesejahteraan masyarakat (social benefit).

Investasi Akhirat. Manfaat yang berlipat itu menjadi pahala wakif yang terus mengalir, meski sudah meninggal, sebagai bekal di akhirat.

Cara Melakukan Wakaf Uang

Datang Langsung ke kantor salah satu dari 9 Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Penerima Wakaf Uang (PWU) berikut ini:
1. Bank Syariah Mandiri. No. Rek. 0090012345
2. BNI Syariah. No. Rek. 333000003
3. Bank Muamalat. No. Rek. 3012345615
4. Bank DKI Syariah. No. Rek. 7017003939
5. Bank Mega Syariah Indonesia. No. Rek. 10.00011.111
6. Bank BTN Syariah No. Rek. 701.100.2010
7. Bank Bukopin Syariah. No. Rek. 8800 888 108
8. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jogja Syariah
9. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat Syariah
10.Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng Syariah
11.Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau Syariah
12.Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Syariah

Catatan: Wakaf uang dapat ditransfer melalui ATM ke No. rekening LKS-PWU. Setelah itu, konfirmasi ke LKS-PWU yang bersangkutan. Atau, hubungi BWI Call Service di (021) 87799232, (021) 87799311.

Alur atau Tahapan Melakukan Wakaf Uang

1. Wakif datang ke LKS-PWU
2. Mengisi akta Ikrar Wakaf (AIW) dan melampirkan fotokopi kartu identitas diri yang berlaku
3. Wakif menyetor nominal wakaf dan secara otomatis dana masuk ke rekening BWI
4. Wakif Mengucapkan Shighah wakaf dan menandatangani AIW bersama dengan:
> 2 orang saksi
> 1 pejabat bank sebagai Pejabat Pembuat AIW (PPAIW)
5. LKS-PWU mencetak Sertifikat Wakaf Uang (SWU)
6. LKS-PWU memberikan AIW dan SWU ke Wakif.

Demikianlah informasi singkat tentang Besarnya potensi wakaf uang di Indonesia, semoga bermanfaat….salam wakaf.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.