Cerita Wisata ke Danau Toba, Versi Anak Medan

Tanggal 17-06-2018, lokasi awal kisaran tujuan Danau Toba, dimulai sudah perjalan kami di wisata Danau Toba (Parapat). Kamipun mempersiapkan segala peralatan seperti baju ganti untuk renang,dll. Setelah berangkat kami tidak lupa juga untuk beribadah Sholat subuh terlebih dahulu agar di beri keselamatan.

Perjalanan ke Danau Toba dari Medan

Alhamdulillah disaat perjalan kami tidak menemukan kendala sama sekali. dan sesampainya di jalan sebelum menuju danau toba, kami tidak lupa untuk memberikan makanan kepada monyet-monyet yang berada di pinggir jalan. Karena itu sangat menarik. Menurut saya monyet juga manusia ehh..!! salah maksudnya makhluk hidup.

Setelah saya melihat danau toba tersebut saya melihat pemandangan yang indah dari atas jalan sebelum menuju danau toba tersebut. Dan ini Bagus buat kalian yang ingin berfoto dengan doi nya, Kalian bisa langsung ke danau toba hehe.

Tiba di Parapat, Pintu Utama Wisata Danau Toba

Setelah sampainya di pusat danau toba kami mengalami kesulitan untuk menemukan parkir. dikarenakan jadwal keberangkatan kami ialah hari raya idul fitri maklum jika umat manusia yang sangat banyak di wisata danau toba ini.

Karena memang tidak ada gedung parkir sama sekali, Dan hanya mengandalkan lahan kosong seperti halaman, lapangan, atau pinggir jalan. Setelah berputar sekitar setengah jam, akhirnya kami berhasil memperoleh lokasi parkir di depan hotel dekat pinggir pantai.

Wisata Danau Toba Versi Anak Millenial

Baiklah langsung saya ceritakan saja bagaimana wisata danau toba itu menurut versi saya, Danau Toba adalah danau yang sangat luas. Tempat yang kami tuju ini hanyalah satu kota yang menempati satu iris kecil dari tubuh toba yang bahana : Kota Wisata Pantai Parapat.

Sesampai di wilayah parapat ini, kita bisa merasakan udara sejuk seperti di kawasan Lembang, Bandung. Udara yang dingin dan segar. Danau toba sangatlah indah dan sangatlah luas, Beberapa potretan danau toba lain dapat anda nikmati dari atas pinggir jalan sebelum menuju pusat danau toba. Beberapa hal yang bisa dilakukan di pantai parapat adalah jalan-jalan, belanja, sambil cuci mata tentu saja, mengunjungi rumah kediaman Ir. Soekarno di bukit sebelah, wisata air seperti renang, boat cepat, atau sepeda bebek, dan yang paling seru adalah menyeberang ke Pulau Samosir.

Berenang di Danau Toba

Tidak lengkap jika Anda berkunjung ke Danau Toba tetapi tidak berenang. Di pantai parapat juga terdapat daerah perairan dangkal yang bisa direnangi. Untuk berenang di sini tidak perlu membayar uang masuk lagi. Cukup buka pakaian Anda, Anda bisa langsung nyebur.

Segala wahana wisata air luar ruangan yang biasa ditemukan di pantai bisa anda temukan disini. Dan pengalaman yang membuat saya tidak lupa sampai sekarang ialah saya dan salah satu saudara laki-laki saya hampir tenggelam karena hal sepele.

Kami bercanda dan melakukan tantangan saat berenang di danau toba tersebut, Akan tetapai setalah kami melakukan challange kami pun kedua-duannya terjatuh dan hampir tenggelam. Saling mengayuh keatas dan berpegangan akhirnya kami bisa naik keatas lagi. Setelah itu kami memang trauma tetapi kami anggap sebagai pelajaran dan tertawa akan kebodohan yang kami lakukan itu Melihat tubuh saudara saya yang habis saya cakar-cakar dia pun kesakitan saya pun tertawa. Karena dia lumayan tinggi saya pun berpegangan dengan dia wkwk..sedih tapi bahagia juga ya.

Berkeliling Lokasi Wisata dan Berbelanja di Danau Toba

Setelah berenang saya dan beberapa saudara laki-laki saya berjalan bersama mengelilingi seluruh isi danau toba ini hehe..tidak seluruhnya hanya sebagian yang kami jumpai. Kami mendatangi Pesanggarahan Ir Soekarno. Rumah klasik ini konon adalah tempat Soekarno diasingkan pada zaman penjajahan Belanda dulu.

Rumahnya selayaknya rumah mewah zaman dahulu berwarna putih dua tingkat, berpagar tinggi, kebun yang indah, dan memiliki masjid di dalamnya. Sayangnya pengunjung tidak dapat melihat isi dalam rumah pada waktu kami ke sana. Walau hati penasaran dengan isinya, Namun kami tetap tidak bisa masuk.

Kami pun duduk-duduk bersama menikmati pemandangan dan bercerita tertawa-tawa. Salah satu saudara kami mengatakan “ayo kita lompati dan kita trobos, kita lihat-lihat isinya” kamipun tertawa dan menyatakan “kau saja lah duluan ntar kami nyusul hehe.. Diapun berkata “ahh cemen klen rupanya”. Kami pun bercanda dan tertawa-tawa, ya pada akhirnya tetap tidak bisa.

Setelah melihat-lihat Pesanggarahan Ir Soekarno kami pun berbelanja, melihat dan melihat dari sekian banyak penjual. Kami tertarik pada salah satu pedagang saja. Kami pun membeli kalung, gelang untuk hiasan dan kenang-kenangan saja.

Mengenai makanan mungkin tidak semua halal, jadi kitalah yang harus pandai dalam memilih tempat makan-makanan itu halal atau tidak.

Setelah berkeliling kami pun kembali, Dan di saat itu banyak yang menunggu kami dan mengatakan “kenapa lama kali kami mau ke pulau samosir, ikut tidak kalian ini”. Kami pun ikut dan langsung menaiki kapal. Setelah Beberapa menit kemudian di kapal kami di perlihatkan batu gantung, Baiklah saya akan menceritakan apa itu batu gantung

Legenda Batu Gantung, Wisata Kapal Singgah Sejenak dalam Perjalanan ke Samosir

Batu Gantung adalah sebuah cerita rakyat yang berkembang di daerah Danau Toba di Sumatra Utara. Pada saat terjun rambut gadis ini tersangkut di salah satu pepohonan yang tumbuh di tepi jurang, Tubuhnya tergantung saja di situ bersama anjingnya hingga menjadi batu yang sekarang disebut dengan “batu gantung”. Setelah melihat batu gantung kami pun melihat Bocah Pemburu Koin di Danau Toba.

Menikmati Pulau Samosir di Tengah Danau Toba

Kemudian sampai lah kami di pulau samosir, di Pulau Samosir ini juga memiliki wisata alam yang tidak kalah menarik. Pulau ini terdapat dua danau tawar kecil yang dapat kalian kunjungi, yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihong.

Itulah sebabnya kenapa dua danau tersebut sering dijuluki ‘danau di atas danau’.

Lekukan sawah bertingkat yang terbentuk secara alami memberikan kesan indah tersendiri. “sedikit saran Jika penasaran dengan pemandangan danau dari ketinggian, kunjungilah Menara Tele di pagi hari yang terletak di antara Pangururan dan Sidikalang.

Banyak sekali para turis yang meluangkan waktunya untuk mengunjungi menara tersebut untuk mengabdikan pemandangan Danau Toba yang sangat indah”.

Ketika kami sudah menginjakkan kaki di Pulau Samosir ini. kami lamgsung menjumpai berbagai toko yang menjual pernak-pernik buatan masyarakat Samosir, karena ini cocok sekali untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan juga.

Lalu bersama kami mengunjungi berbagai macam tempat wisata yang sangat beragam di Pulau Samosir ini, seperti Makam Raja Sidabutar yang merupakan makam leluhur marga Batak Toba, Pertunjukan Sigalegale yang di adaptasi dari cerita rakyat Batak, Pemandian Air Panas yang berasal dari air alami, dan sebagainya.

Tentu saja mungkin masih banyak hal menarik yang masih bisa dijelajahi di Parapat apalagi jika Anda berniat menginap saat berwisata kesana. Sayangnya kami tidak jadi menginap.

Pada waktu itu, hampir seluruh hotel sudah memasang tanda penuh di depan pintu masuknya. Setelah pulang Alhamdulillah kami selamat dan tidak menemukan hal yang tidak di inginkan, hanya saja ada beberapa kendala yang mungkin terjadi atau sering terjadi yaitu macet disaat keluar dari wisata Danau Toba tersebut.

Sekian cerita tentang Cerita Wisata ke Danau Toba, Versi Anak Medan, salam mozafir, story by Taupik H.S.

Add a Comment

Your email address will not be published.