Wisata ke Kota Tua Jakarta: Cerita Traveling Naik Bus dari Bengkulu

Cerita perjalanan wisata saat liburan sekolah di kota tua Jakarta area museum fatahillah – Awal mula saya pergi di jakarta adalah karena saya diajak oleh teman satu sekolah, dan pada saat itu juga bertepatan dengan kelulusan kami dan saya berfikir untuk menerima ajakan teman saya tersebut lagian di jakarta itu kami berlibur di tempat saudara teman saya tersebut.

Sebelum itu sebenarnya kami satu kelas berencana berlibur di Pantai Panjang yang terletak di Kota BENGKULU tetapi rencana tersebut harus dibatalkan karena ada sebagian teman saya tidak mau ikut karena masalah biaya dan lain sebagainya.

Cerita Naik Bus dari Bengkulu ke Jakarta

Satu minggu setelah kelulusan bertepatan dengan hari Rabu sore sekitar jam 18:30 kami berangkat ke Jakarta menggunakan jalur darat yaitu Bus dari kota asal saya yaitu Bengkulu, sebenarnya cukup menarik juga jika kita berpergian menggunakan jalur darat ini karena kita melewati berbagai Provinsi lain, seperti Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Lampung dan Banten dan itu juga menambah wawasan kita terhadap dimana tata letaknya sebuah provinsi dan kotanya, dimana kita dahulu Cuma tau nama Provinsinya saja dan tidak tau dimana tempatnya tersebut.

Jarak waktu tempu dari Bengkulu ke Jakarta menggunakan bus ini cukup lama yaitu dua hari dua malam walaupun perjalanan ini cukup melelahkan tapi rasa semangat kita tidak pudar untuk menuju Ibukota tersebut.

Pada malam jum’at sekitar jam 12:00 malam kami telah sampai di Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju ke Pelabuhan Merak Banten, pada saat itu kami menggunakan jalur laut dimana kendaraan bus tersebut masuk juga ke dalam kapal ferry tersebut.

Bagi saya sendiri perdana menaiki kapal ferry dan saya juga cukup histeris saat berada dikapal tersebut, di dalam kapal ferry tersebut kita bisa menemui berbagai macam fasilitas.

Di kapal tersebut kita bisa melihat pemandangan air laut pada saat malam hari dan lampu-lampu kapal lain saat sedang berlayar atau pun tidak sedang berlayar, sebenarnya sangat disayangakan sekali karena tidak terlalu puas saat melihat pemandangan air laut karena suasana tersebut sudah malam.

Jarak tempu dari Pelabuaha Bakauheni ke Pelabuhan Merak Banten tidak terlalu memakan waktu yaitu jarak tempunya cuma satu jam saja, dan pukul 01:00 malam kami telah sampai di pelabuhan Merak Banten dan saat itu juga kami kembali lagi ke bus yang kami tumpangi tersebut.

Ada kejadian sedikit lucu pada saat mau kembali ke tempat parkiran bus, kami kesasar yang dimana tempat parkiran tersebut berada di lantai dua dan kami perginya ke lantai satu dan kami mencari kasana kesini dan pada akhirnya kami mencoba bertanya ke pada salah satu penumpang di sana dimana tempat parkiran untuk bus dan jenis kendaraa besar lainnya. Pada akhirnya ketemu juga dengan busnya, dan di saat dalam bus saya sedikit merasa mual dan pusing mungkin itu efek dari mabuk laut harap maklum saja karena saya pertama kali naik kapal laut.

Pada saat bus keluar dari kapal tersebut kami kembali melanjutkan perjalanan dan kami menggunakan jalan tol untuk mempersingkat waktu. Pukul 03:00 pagi kami telah sampai di terminal Kebon Jeruk Jakarta.

Saya besama teman saya menunggu jemputan dari kakak teman saya, dan akhirnya kami telah dijemput dan juga sudah sampai dirumah kakak teman saya,setibanya disana kami langsung membersihkan diri dan lansung beristirahat.

Keesokan harinya kami memutuskan untuk beristirahaat dahulu dan merengangkan otot-otot setelah menempuh perjalanan jarak jauh, juga mencari makanan untuk serapan pagi ini dan di temani oleh kakak teman saya dan menu serapan pagi ini adalah masakan khas makassar dan sedikit informasi di kawasan tempat tinggal kakak teman saya ini kebanyakan orang makassar yang bertempat tinggal di kawasan Muara Baru di Jakarta Utara ini selain warga makassar ada juga warga papua yang bertempat tinggal dikawasan ini dan masih banyak yang lainnya lagi yang mengadu nasib di Jakarta.

Berwisata ke Kota Tua Jakarta Barat

berfoto di depan museum fatahillah atau museum sejarah Jakarta
berfoto di depan museum fatahillah atau museum sejarah Jakarta

Esok harinya kami memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke salah satu tempat yang bersejarah dan juga di jadikan pilihan tempat wisata bagi warga Jakarta adalah Kota Tua, yang terletak di Jakarta Barat dan Kota Tua juga salah tempat dimana penjajahan Belanda, sehingga sering juga Kota Tua Jakarta dikenal dengan sebutan Batavia Lama.

Berlokasi di Mangga Besar dan sangat dekat dengan stasiun kota, sehingga untuk menuju ke kota tua banyak yang naik kereta api dan turun di stasiun kota kemudian berjalan kaki sekitar 100 meter atau 5-10 menit dan sampai di lokasi.

Kota Tua ini identik dengan museum fatahillah tentang sejarah kota Jakarta dari masa ke masa dan sekelilingnya terdapat bangunan-bangun yang sudah lama seperti Bank BNI, ada juga Starbuck cafe, dll… selengkapnya bisa melihat video berikut lengkap isi dari museum sejarah Jakarta atau museum fatahillah full dan lengkap isinya :

Luas wilayah kota tua Jakarta ini adalah 1,3 km2 dan meski bagunan-bagunan yang terdapat disini sudah lama tetapi tetap terjaga dan masih bagus. Ini untuk pertama kalinya saya pegi kesini, kesan saya untuk tempat ini adalah sangat ramai, dan tidak hanya karena banyaknya bangunan tua khas jaman dahulu yang terbilang sangat unik dan juga cantik namun juga karena tidak ada dipunguti biaya pada saat kita masuk alias gratis.

Di tempat ini juga kita tidak hanya melihat warga Indonesia saja tetapi banyak turis asing yang berwisata di Kota Tua ini dan itu sedikit membuat saya senang karena bisa melihat secara langsung para bule-bule dan juga senang karena tempat ini dikenal oleh Mancanegara.

Tempat pertama yang kami eksplor di Kota Tua adalah Museum Wayang yang tiket masuknya sebesar Rp.25.000 disana kita bisa melihat berbagai Wayang, baik yang terbuat dari kayu maupun kulit dan juga ada pula wayang-wayang yang dari luar negeri seperti dari Tiongkok dan Kamboja, dan saya juga sedikit mencari informasi di Internet jika Museum wayang ini mengoleksi lebih dari 4.000 buah wayang, yang terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan.

Museum wayang ini memiliki hanya dua lantai dan juga menurut saya ukuran pintu dan jendelanya sangat unik yaitu bentuknya tinggi-tinggi dan jendela-jendelanya sangat banyak.

Liburan wisata ke kota tua jakarta barat
Liburan wisata ke kota tua jakarta barat

Setelah Museum Wayang yang kami kunjungi selanjutnya adalah kami pergi ke Museum Seni Rupa dan Kramik, disana kami bisa melihat berbagai koleksi lukisan dari seniman-seniman Indonesia. Disini saya bisa melihat berbagai ukuran lukisan ada yang ukurannya besar dan juga sedang, dan menurut saya bahwa lukisan-lukisan yang terdapat disini memiliki maknanya tersendiri, selanjutnya saya juga melihat berbagai koleksi keramik yang ada di museum ini sama seperti museum wayang dan juga lukisan, koleksi keramik ini juga ada yang bersal dari mancanegara.

Setelah puas menjelajahi museum kami juga berjalan mengelilingi sekitar wilayah Kota Tua dan kami juga bertemu dengan Ondel-ondel yang merupakan boneka besar dan tinggi yang terbuat dari anyaman bambu dan dipikul dari dalamnya, dan ondel-ondel adalah boneka besar yang berasal dari pertunjukan seni Betawi.

Selanjutnya kami berburu makanan khas Jakarta yaitu kerak telor dan juga melihat pernak pernik khas Jakarta untuk oleh-oleh di bawak pulang ke Bengkulu nantinya. Kami juga tidak lupa mengabadikan momen-momen disaat kami disini, setelah asik berfoto-foto kami memutuskan untuk pulang karena hari mulai sore.

Untuk menutup artikel wisata ini menurut saya Wisata ke Kota Tua Jakarta ini sangat direkomendasikan dan tempat yang cocok untuk para wisatawan yang pada saat ini yang sedang berkunjung ke Jakarta karena selain murah biaya kita juga mendapatkan wawasan mengenai sejarah dan lain sebagainya.

Sekian cerita wisata kota tua Jakarta Barat – Cerita Traveling Naik Bus dari Bengkulu, salam mozafir..hared by Listiana S.

Add a Comment

Your email address will not be published.