Trip 2 hari Keliling Tempat Wisata Pilihan di Sumatera Utara

Trip 2 hari Keliling Tempat Wisata Pilihan di Sumatera Utara – Untuk  mengisi liburan UAS semester lalu, saya bersama dengan teman-teman saya merencanakan perjalanan ke empat daerah pariwisata di Sumatera Utara. Perjalanan kami dimulai dari jam sembilan pagi, tepatnya pada hari minggu tanggal 12 April 2020, rutenya mulai dari kota Medan – Sidamanik – Simarjarunjung – Parapat Danau Toba – Berastagi – Penatapan kembali ke kota Medan.

Trip #1 Kebun Teh Sidamanik

Foto di Kebun Teh Sidamanik
Foto di Kebun Teh Sidamanik

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Kebun Teh Sidamanik di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Untuk bisa sampai ke Sidamanik, dari kota Medan membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam kalau jalanan terpantau lancar dan tidak macet.

Agar lebih cepat sampai kesana, kita harus melewati jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi dan Jalan Medan- Pematang Siantar. Di sepanjang perjalanan kita akan melihat pemandangan pepohonan disamping kiri dan kanan jalan, juga rumah-rumah khas orang Siantar.

Di kota Siantar ini sendiri, penduduknya tidak terlalu padat dan masih bisa dikatakan tingkat kekeluargaannya masih tinggi, logat bahasanya masih kental dengan logat khas batak.

Sekitar 3 jam melakukan perjalanan, kami singgah sebentar di sebuah Mushalla di pinggir jalan untuk melaksanakan shalat zuhur. Sekaligus istirahat bagi teman kami yang menjadi pengemudi. Setelah merasa istirahatnya cukup, kami kembali melakukan perjalanan karena Sidamanik sekitar setengah jam lagi dari tempat kami berhenti.

Kurang dari 4 jam perjalanan, akhirnya kami tiba Kebun Teh Sidamanik, kabupaten Simalungun. Tidak berlama-lama lagi, sambil menikmati pemandangan yang asri, daun teh sejauh mata memandang, kami memilih lokasi yang tepat untuk menggelar tikar dan makan siang bersama.

Untuk menghemat uang selama berlibur ini, saat perencanaan waktu itu kami sepakat untuk memasak bekal khusus untuk makan siang dan makan malam. Karena biasanya harga makanan di temapt-tempat wisata pasti mahal. Kami sebagai mahasiswa ekonomi, mensiasati hal ini dengan cara yang saya sebutkan tadi, yaitu memasak dan membawa bekal sendiri dari rumah.

Untuk harga tiket masuk sendiri, di Kebun Teh Sidamanik ini tidak ada, yang ada hanya uang parkir khusus bagi yang membawa kendaraan. Karena kami membawa dua mobil maka uang parkirnya sekitar 20 ribuan.

Tukang parkir di Kebun Teh ini sangat ramah, mereka merasa senang ketika melihat kami akan makan bersama dan lesehan ditanah. Karena tidak tega, maka mereka meminjamkan ambal plastik agar bisa diduduki.

Kami menikmati makan siang sambil bercanda dan menikmati pemandangan hijau dimana-mana, karena kebun teh ini sangat luas, yaitu sekitar 6,5 hektar.

Untuk mengabadikan momen di kebun teh ini, selesai makan dan istirahat sebentar kami mengambil beberapa foto bersama. Kebun ini sangat hijau, udara disini juga terasa bersih dan sejuk. Yang saya herankan mengapa tidak ada memetik daun teh siang ini, apa karena ini lagi libur awal tahun makanya kebun teh ini sementara waktu dijadikan sebagai tempat wisata saja ya.

Trip #2 Bukit Indah Simarjarunjung

Pemandangan yang indah dari bukit
Pemandangan yang indah dari bukit

Sudah puas mengabadikan momen, kami kembali melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Bukit Indah Simarjarunjung yang juga terletak di kabupaten Simalungun.

Cukup dengan menempuh perjalanan selama satu jam dari Sidamanik, kita sudah bisa mencapai Bukit Indah Simarjarunjung. Akses ke Bukit ini harus melewati jalan berbatu dan kerikil. Sedikit terasa sulit karena selain berbatu dan kerikil, juga harus melewati beberapa tanjakan karena yang dituju adalah bukit.

Hawa sejuk mulai terasa sepanjang jalanan keatas bukit ini. Anginnya dingin karena berasal dari pegunungan. Sampai diatas bukit, rasa lelah seakan hilang karena menikmati pemandangan hijau nan biru. Gunung, bukit, lembah  bahkan danau toba terlihat sangat jelas dari sini.

Untuk tiket masuk sendiri, kita cuma perlu bayar 30 ribuan untuk satu mobil. Sama halnya dengan yang di kebun teh tadi, tiket masuk dihitung sebagai uang parkir agar kendaraan yang kita bawa tetap aman dan dijaga.

Berbeda dengan kebun teh di Sidamanik tadi, di Bukit ini lebih ramai dikunjungi oleh para wisatawan karena terdapat beberapa wahana untuk uji keberanian seperti ayunan ekstrem seperti flying fox.

Selain itu, juga terdapat beberapa spot foto hits bagi yang hobi hunting foto. Cukup dengan membayar 5 ribuan, kamu sudah bisa berfoto ria sepuasnya.

Menikmati udara sore hari di bukit ini merupakan pilihan yang tepat. Hawa sejuk, pemandangan hijau hingga danau toba yang biru membuat kita merasa nyaman berlama-lama ditempat ini.

Berbicara soal makanan halal, di Bukit ini terdapat beberapa tempat yang menyajikan makanan halal. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal untuk ukuran mahasiswa seperti kami. Tapi karena masih sore, kami tidak membeli makanan disini.

Kami hanya menikmati sore hari dan berbincang-bincang. Sebelum meninggalkan tempat ini, kami sempat mengambil foto bersama beberapa kali.

Trip #3 Parapat Danau Toba

rombongan trip backpacker wanita berfoto di pinggiran danau toba
rombongan trip backpacker wanita berfoto di pinggiran danau toba

Tempat selanjutnya yang akan kami kunjungi masih di daerah Simalungun yaitu Kota Parapat, yang merupakan salah satu akses jalan menuju Danau Toba.

Perjalanan ke Parapat akan memakan waktu sekitar 3 jam dari Simarjarunjung. Berhubung hari sudah sore dan kami belum shalat ashar, kami memutuskan untuk shalat dan istirahat dulu sebentar.

Kami shalat ashar di sebuah masjid di pinggiran daerah Tongging.

Sedikit berdiskusi kami memutuskan untuk menginap di daerah Tongging. Kembali melanjutkan perjalanan. Hawa dingin di daerah ini makin terasa karena semakin dekat dengan danau toba. Angin yang bertiup juga lumayan kencang membuat udara dingin semakin menusuk badan. Akses jalan menuju tempat penginapan tidak terlalu sulit.

Kita akan menempuh jalanan berliku dan disuguhkan dengan pemandangan hijau gunung dan bukit-bukit serta birunya Danau Toba. Pemandangan ini akan membuat kita betah diperjalanan menuju tepian Danau Toba.

Kami tiba di sebuah penginapan di daerah Tongging sekitar pukul setengah tujuh. Bertepatan dengan waktu shalat maghrib.

Sementara yang lain mendiskusikan harga penginapan, saya sama teman-teman yang lain bersiap-siap untuk shalat maghrib berjamaah.

Sepakat dengan pemilik penginapan, harga penginapan untuk satu kamar disini adalah sekitar 450 ribu, karena kami memilih tempat khusus family room agar ruangannya lumayan luas. Fasilitas yang diberikan cukup sederhana, hanya ada beberapa bantal dan selimut, juga dua kamar mandi didalam ruangan.

Tidak seperti kamar penginapan biasanya, ruangan ini lebih mirip dengan aula di bumi perkemahan atau yang biasanya disebut dengan mess.

Setelah beres-beres dan merapikan ruangan ini, kami mengisi malam ini dengan kegiatan bakar-bakar ayam. Ayamnya kami bawa dari Medan dan tentunya sudah beri bumbu ungkap agar lebih simpel.

Jadi sampai disini kami hanya perlu membuat bara api dan tinggal bakar ayam yang sudah diungkap tadi. Sambil menunggu ayam tadi matang, teman-teman saya mulai memetik dawai gitar dan menyanyikan beberapa lagu.

Ini merupakan suasana yang paling menyenangkan. Aroma ayam bakar dan udara sejuk disini menjadi terasa hangat saat menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan bersama. Sungguh sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang baik seperti teman-teman saya ini.

Ayam bakar nya sudah matang dan siap dinikmati. Kami semua juga mulai lapar dan bersiap untuk makan malam.

sebuah momen yang tidak akan terlupakan

Suasana makan malam saat itu menjadi sebuah momen yang tidak akan terlupakan, diiringi candaan lucu dari beberapa teman saya, rasa manis dan pedas dari sambal ayam bakarnya membuat kita ingin kembali pada suasana malam itu.

Sangat beruntung bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman saya yang lucu ini. Suasana menyenangkan sekaligus hangat dalam waktu bersamaan.

Merasa terlalu cepat untuk istirahat dan tidur, kami memilih untuk menghabiskan waktu bersama ditepian Danau Toba. Penginapan ini persis ditepian Danau Toba, hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 Meter dari mess, kita akan disuguhkan dengan pemandangan Danau Toba malam hari dikelilingi lampu-lampu rumah sekitarnya.

Tepat pada malam itu, bulan bersinar terang bulat sempurna diatas Danau. Tidak hanya itu, bulan juga diselingi bintang-bintang. Pemandangan yang sangat jarang sekali dijumpai daerah saya. Sungguh ingin berlama-lama ditempat seperti ini.

Suasana disini semakin menyenangkan karena teman-teman saya mulai memetik gitarnya lagi dan bernyanyi seakan-akan sedang mengadakan konser. Lucu sekali, saat melihat salah satu teman saya memegang tongkat kayu dan beranggapan itu adalah mikrophone, serta menganggap air danau sebagai penonton yang siap menyoraki dia saat bernyanyi. Dia mulai menyanyikan lagu-lagu zaman dulu. Tawa kami pecah saat akhirnya dia memilih menyanyikan salah satu lagu batak yang berjudul Jamilah.

Semakin malam semakin dingin hawa ditepi danau ini. Bahkan setelah memakai jaket pun udaranya masih terasa sangat dingin. Beberapa teman saya menghabiskan waktu dengan bermain game di salah satu handphone teman saya.

Ada yang asyik mengobrol dan bersenda gurau. Ada yang mengabadikan momen dengan mengambil foto tepi danau ini. Sedangkan saya dengan yang lainnya memilih untuk melepaskan penat dengan karaoke manual di tepi danau ini. Kebetulan salah satu teman saya sangat mahir memainkan gitar, sehingga menambah semangat bernyanyi kami, walaupun suaranya ada yang false dan nada nya lari kemana-mana.

Sudah tidak kuat dengan udara dingin tersebut, kami bersiap-siap untuk istirahat dan tidur. Udara dingin malam itu membuat tidur saya tidak nyenyak padahal sudah mengenakan jaket, kaos kaki dan selimut tebal, masih saja terasa dingin.

Mungkin karena daerah ini dikelilingi pegunungan dan pepohonan tinggi. Sedikit berbeda dengan saya, salah teman saya malah tidak bisa tidur sama sekali karena katanya dia menderita insomnia. Dan itu selalu terjadi. Dia hanya akan bisa tidur setelah malam menunjukkan pukul tiga. Sepanjang malam dia hanya berjaga dan memperhatikan kami yang sedang tidur, karena tidak ada yang sanggup untuk tidak tidur menemani dia.

Pukul empat pagi, beberapa alarm dari handphone teman saya berdering sangat keras berhasil membangunkan saya. Alarm tersebut berdering berulang-ulang tiap 10 menit sekali dan sangat mengganggu tidur saya.

Lucunya teman saya yang menstel alarm tersebut tidak bangun padahal bunyinya persis di samping telinganya. Dia bahkan masih tidur sangat nyenyak dan ngorok. Saya kesal dan beberapa kali mencoba mematikan alarm tersebut tapi tetap saja berdering lagi.

Saya kemudian bangun juga, teman saya yang belum tidur tadi mandi duluan. Kemudian disusul oleh saya dan yang lainnya. Menantikan adzan subuh kami berbincang-bincang dan berusaha membangunkan yang lainnya walaupun tidak berhasil semua. Setelah shalat subuh kami bersiap-siap untuk melihat pemandangan sunrise di tepi Danau Toba.

Pagi yang menawan, diawali dengan pemandangan sunrise di tepi danau. Sungguh nikmat Allah yang sangat sempurna. Warna kuning jingga berpadu dengan kabut biru dari danau yang dingin, membuat saya merasa sangat bersyukur bisa sampai ketempat ini.

pagi yang indah di danau toba
pagi yang indah di danau toba

Persis ditepi danau ini, ternyata terdapat tambak udang dan beberapa tanaman eceng gondok hijau yang membuat pesona khas danau ini semakin dikagumi. Kami menghabiskan sepagi ini dengan bersenda gurau dan berbincang ringan. Tidak lupa mengabadikan momen dengan handphone masing-masing.

rombongan trip backpacker wanita berfoto di pinggiran danau toba
rombongan trip backpacker wanita berfoto di pinggiran danau toba

Mulai merasa lapar, kami mencari tempat sarapan. Beruntung, ternyata pemilik penginapan menyajikan makanan khusus untuk sarapan pagi. Harganya sangat terjangkau, cukup dengan 12 ribuan, kami sudah bisa menikmati mie rebus, mie goreng, nasi goreng dan menu lain sesuai selera.

Di kedai ini, juga menyediakan teh manis hangat dengan harga 5 ribuan sama dengan harga dipasaran. Juga tersedia aneka jus buah dibandrol dengan harga mulai dari 8 ribuan. Termasuk harga yang terjangkau dibanding dengan harga makanan di tempat penginapan lainnya.

Menghabiskan waktu 3 jam untuk bersiap-siap, tepat pada pukul setengah sembilan pagi, kami kembali melakukan perjalanan menuju tempat wisata selanjutnya yaitu Pasteurisasi Susu Sapi.

Trip #4 Berastagi

rombongan trip backpacker wisata sumatera utara
rombongan trip backpacker wisata sumatera utara

Perjalanan ke Pasteurisasi Susu Sapi di Berastagi ini menghabiskan waktu sekitar 2 sampai 3 jam dari Tongging, Parapat. Kami sampai di Gundaling tepat adzan zuhur dan kami memilih untuk shalat  terlebih dahulu.

Selanjutnya kami ke tempat pemerasan susu sapi dan membeli ice cream produk asli dari susu segar sapi disini untuk dinikmati diperjalanan. Harganya dimulai dengan 15 ribuan untuk varian rasa original dan 20-35 ribuan untuk varian rasa coklat dan matcha. Sedangkan untuk susu sapi original sendiri harganya sekitar 35 ribuan per liter atau satu botol. Ada banyak varian rasa juga tergantung selera.

Tidak berlama-lama ditempat ini, kami menuju tempat terakhir yaitu Pasar Buah Berastagi. Perjalanan memakan waktu selama satu jam. Di pasar buah ini menjual berbagai buah dan sayuran segar yang ditanam oleh petani Berastagi itu sendiri.

Pasar buah ini juga menjual berbagai jenis pakaian, salempang, aksesoris khas Berastagi. Cocok sebagai oleh-oleh untuk keluarga, saudara atau teman-teman. Ada beberapa spot foto juga dipasar ini. Ada juga kawasan untuk berkuda. Untuk menikmati fasilitas berkuda ini cukup dengan membayar 20 ribuan, kamu akan diajak berkeliling disekitar pasar buah.

Hari menunjukkan pukul tiga, kami sepakat untuk melakukan perjalanan pulang ke Medan.

Trip #4 Penatapan

Dalam perjalanan pulang akan menempuh beberapa restoran tempat makan, atau biasa disebut dengan penatapan. Kami sempatkan untuk singgah dan makan sebentar disini, di kafe Barcelona.

Menu yang tersedia sama dengan menu makan siang di tempat makan pada umumnya. Harganya sangat murah, dengan membayar 15 ribuan kamu bisa menikmati indomie goreng sekaligus teh manis dingin. Menu makan yang cukup membuat perut kenyang. Persis dibelakang kafe ini, terlihat pemandangan hutan hijau dan gunung-gunung yang mengelilingi danau toba. Ini merupakan pilihan yang tepat untuk beristirahat, makan dan sekedar melepas penat menikmati pemandangan hijau.

Kami kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Medan. Untuk menghemat waktu kami tidak melakukan pemberhentian lagi. Mungkin karena lelah, saya dan beberapa teman saya menghabiskan waktu untuk tidur selama perjalanan pulang. Saat terbangun, kami sudah berada di kota Medan sekitar pukul 18.30, maghrib.

Untuk keseluruhan total biaya yang dihabiskan selama 2 hari liburan ini terbilang cukup murah mengingat ada 5 tempat wisata yang dikunjungi. Kami iuran sebesar Rp130.000,- per orang. Sebagai informasi kami terdiri dari 15 orang. Jadi total biaya keseluruhan adalah kurang lebih Rp1.950.000,- . Bisa jadi alternatif bagi kalian yang ingin mengunjungi rute liburan yang sama seperti kami.

Liburan UAS kali ini sangat berkesan, banyak hal menyenangkan yang terjadi. Menghabiskan waktu 2 hari bersama orang-orang baik, mengunjungi 5 tempat wisata di Sumatera Utara merupakan sebuah pengalaman liburan yang tak akan terlupakan.

Lelah selama perjalanan terbayarkan. Semoga liburan berikutnya juga menyenangkan atau bahkan lebih menyenangkan dari liburan kali ini. Terima kasih orang-orang baik yang terlibat dalam liburan saya semester ini.

Semua momen yang kita lalui bersama, saya simpan bersama dengan kenangan-kenangannya. Semoga tidak saling melupakan dan tetap menjalin silaturahmi. Feeling Good 🙂

Selama liburan di tempat wisata yang saya sebutkan tadi, ada beberapa kritik dan saran yang ingin saya sampaikan kepada para pengelola tempat-tempat tersebut khususnya Kebun Teh Bahbutong Sidamanik. Menurut saya, tempat ini merupakan tempat yang pas untuk dikunjungi saat merasa suntuk, karena ditempat ini disuguhkan pemandangan hijau kebun teh sejauh 6.5 hektar.

Aroma daun teh yang khas membuat pengunjung merasa tenang ditambah dengan hembusan angin sepoi-sepoi semakin membuat kita ingin berlama-lama ditempat ini. Tapi sangat disayangkan karena di tempat ini tidak banyak menyediakan rest area atau pondok sekedar tempat untuk beristirahat. Juga tidak banyak yang menjual makanan sehingga pengunjung harus menyiapkan bekal dari rumah atau membeli di tengah perjalanan.

Untuk tempat wisata yang lain, saya merasa tidak ada yang perlu disayangkan. Tempat-tempat  tersebut sangat wajib dikunjungi karena menyajikan pemandangan alam yang asri dan sangat indah.

Udara sejuk membuat kita semakin menikmati daerah wisata ini. Bagi kalian yang ingin mengisi liburan, tempat-tempat wisata yang saya sebutkan tadi adalah pilihan yang tepat.

Sekian cerita perjalanan trip saya keliling di tempat wisata Sumatera Utara, mulai dari Sidamanik – Simarjarunjung – Parapat Danau Toba – Berastagi – Penatapan. Salam mozafir, shared by Nurhidayah.

Add a Comment

Your email address will not be published.