Wisata Tangkahan Langkat, Biaya Keliling Naik Gajah

Pengalaman berwisata ke EKOWISATA TANGKAHAN yang terletak di langkat, Sumatra utara yang kebetulan tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya di dusun titi kurus.

Biasanya setiap akhir bulan saya dan teman-teman pergi berwisata tangkahan untuk melepas penat yang bisa dibilang tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami kurang lebih 2 jam perjalanan menggunakan motor.

Saat kami menuju kesana disetiap perjalanan sepanjang jalan disuguhi pemandangan alam perbukitan, pegunungan, hamparan pohon karet, kelapa sawit, belom lagi ada binatang monyet turun ke jalan.

Segarnya Perjalanan Menuju Tangkahan

Pastinya dijamin udara masih segar dan pemandangan asri karna masih banyak pepohonan.

Sebelum sampai di lokasi, kami harus melewati beberapa kampung tetangga seperti perkampungan simpang krapu, kampung gunung sayang, kampung titi mangga, kampung kwala sawit yang dilewati terlebih dahulu.

Bagi wisatawan yang hendak ibadah juga jangan khawatir karena sepanjang jalan kita akan menemukan masjid untuk beribadah termasuk saya dan teman-teman waktu itu kami berhenti disalah satu perkampungan untu menunaikan ibadah sholat zuhur, berdoa meminta agar diberi keselamatan pada saat perjalanan.

1 jam berlalu terasa begitu cepat kami tiba lokasi EKOWISATA TANGKAHAN rasanya itu pengen cepat-cepat berendam di pemandian alam tapi, sebelum itu pengunjung cukup membayar uang parkir.

Biaya di Wisata Tangkahan Langkat

Biaya parkir 1 motor :Rp 15.000.

Ada dua jalan pintas yang saya dan teman-teman lalui untuk dapat menyebrang di tempat pemandian alam sepert naik getek (sampan) dan berjalan kaki menggunakan titi gantung dan untuk melalui jalan tersebut kamipun harus membayar:

*Biaya Naik getek(sampan):Rp 2000.
*Biaya Titi gantung /orang :Rp 3000.

Saat itu menurutku menaiki sampan kurang menantang dan begitun kami suka adrenalin jadi akhirnya memutuskan menyebrang dengan menggunakan titi gantung dengan berjalan kaki tapi sangat disayangkan titi nya itu sudah lama dan sudah lumayan rapuh.

Kami pun bergandengan tangan untuk menyebrang dan sangat hati-hati tetapi saya sangat bahagia karena dapat menghirup udara segar dari banyaknya pohon-pohon bambu, pohon karet, belom lagi banyaknya monyet yang berayun diantara pepohonan.

Berjumpa dengan Orang Utan

Kata pengelola wisata, terkadang kita bisa melihat orang hutan yang jinak di atas pohon tapi sayang kami kurang beruntung tidak dapat melihat satwa langka orang hutan tersebut.

Fasilitas di Objek wisata Tangkahan

Bisa dibilang ekowisata tangkahan seperti hutan lindung tapi walaupun hutan lindung didalamnya terdapat fasilitas seperti wisma pondokan untuk menginap, mushola untuk beribadah, kamar mandi untuk berganti baju, kedai-kedai kecil berjualan jajanan ringan dan bahkan baju beserta souvenir.

Di tangkahan banyak juga turis lokal dari kota medan dan sekitarnya yang berkunjung bahkan turis asing mancanegara yg berdatangan, oh iya biasanya saya dan teman-teman pergi di hari weekend(minggu) akhir bulan tiba karena pasti ramai pengunjung dan banyak turis-turis asing.

Di ekowisata tangkahan bukan hanya sekedar pemandian alam saja tapi disitu ada air terjun, arum jeram, pemandian air panas.

2 bulan terakhir ke tangkahan banyak pengunjung yang hanya sekedar bakar-bakar ikan dan bahkan camping di lokasi tangkahan, tapi saya dan teman –teman hanya sekedar bakar ikan saja dan langsung mandi di pemandian alam nya, air terjun, pemandian air panas.

Setela kami kedinginan kamipun menyudahi untuk berhenti mandi, air nya itu jerni dan dingin banget langsung berganti baju di kamar mandi yang tersedia setelah itu kami lanjutkan untuk melihat peternakan gajah yang terletak tidak terlalu jauh dari pemandian alam sekitar 15 menit dengan menggunakan motor.

Setibanya dipeternakan gajah tiba-tiba ada gajah yg baru seminggu melahirkan bayi gajah nya lucu banget, terdapat kurang lebih 8 ekor gajah Sumatera disana yg dirawat.

Kita juga bisa bersewa foto bareng gajah, menaiki gajah sambil jalan-jalan dengan cukup membayar:

*Foto bareng gajah: Rp 10.000
*menaiki gajah: Rp 25.000.

Karna saya tidak berani menaiki gajah akhirnya berfoto sama gajah saja sambil memberi memberi makan rumpu.

Hari mulai sore kamipun pulang menempuh perjalananan kurang lebih 2 jam untuk sampai kerumah.

Sempat tutup karena Pandemi

Rasanya walaupun sudah sering kali berwisata tangkahan pengen kesana lagi tapi karna virus covid-19 ini wisata tangkahan tutup sementara guna memutus mata rantai covid-19.

Bagi yang belum pernah pergi berwisata tangkahan, ayo segera berkunjung menikmati sensasi pemandangan alam yang asri dijamin alami pokoknya di perkotaan tidak ada dan tentunya terjangkau juga bayarnya.

Saya sarankan jika ingin datang dihari weekend atau hari-hari besar dan dijamin ramai banget…

Sekian dari pengalaman berwisata di Tangkahan Langkat, surganya gajah sumatera….story by Nurul P.

Add a Comment

Your email address will not be published.